Single Focus

Kiprah Komunitas Korlas, Ingatkan Masyarakat Tak Langgar Lalu Lintas

Pemberlakuan e-Tilang atau Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) di Kota Surabaya, membuat pelanggar lalu lintas secara otomatis terekam CCTV.

Kiprah Komunitas Korlas, Ingatkan Masyarakat Tak Langgar Lalu Lintas
surya.co.id/zainel arif
Kegiatan sosialisasi Korlas (koordinasi Lintas Ambulance Surabaya) di Perempatan Panjang Jiwo Kota Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemberlakuan e-Tilang atau Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) di Kota Surabaya, membuat pelanggar lalu lintas secara otomatis langsung terekam kamera CCTV.

Ini membuat Roni, selaku Koordinator Lapangan Relawan 112 Koordinasi Lintas Ambulance Surabaya (Korlas) mengingatkan masyarakat lewat rekan-rekannya, agar menaati lalu lintas.

"Saya menghimbau pada rekan-rekan Korlas kaitannya dengan e-TLE, agar jika melihat masyarakat yang melanggar lalu lintas dapat diingatkan, terutama di traffic light (TL) yang terpasang kamera, karena hal itu yang paling sering kami lihat di lapangan," ujar Roni, saat ditemui Sabtu (18/1).

Korlas merupakan komunitas yang beroperasi sejak Juni 2019, dengan anggota total 25 orang.

Komunitas ini, kata Roni, sudah berhenti mengawal ambulance. Karena itu, bisa mengingatkan sesama pengguna jalan untuk sama-sama tertib pada marka jalan.

Menurut Roni, tertib berlalu lintas itu sangat mudah, orang awam sekalipun dapat melakukannya.

"Dengan menaati rambu-rambu lalu lintas, seperti tidak menerobos lampu merah, tidak lebih dari garis paling depan. Itu yang paling mudah," ujarnya.

Ia mengungkapkan, sering melihat masyarakat khususnya saat berada di traffic light, selalu numpuk di depan hingga menutup lebih separo jalan.

"Bahkan, untuk belok kiri langsung harus tertutup dengan masyarakat yang melanggar marka jalan," kata Roni.

Penerapan e-TLE, lanjutnya, dapat mendukung penurunan angka kecelakaan di jalan raya.

Mengingat kamera yang dioperasikan sangat canggih hingga dapat mendeteksi plat nomor dan muka pengguna.

Sosialisasi untuk pelanggar
Meksi mengapresiasi penerapan e-TLE, ia mengungkapkan, program ini masih memiliki kekurangan.

"Di antaranya kurang ada sosialisasi ke masyarakat, terkait proses ketika ada yang melanggar hingga pembayaran denda. Ini supaya masyarakat tahu bahwa ada CCTV tilang, sehingga lebih waspada," papar Roni.

Terkait hal itu, pihaknya menghimbau pada pihak kepolisian agar tetap menjalankan operasi kelengkapan surat, seperti biasa, agar motor-motor memang sesuai dengan pemilik.

"Takutnya ketika ada salah satu korban melanggar dan terkena kamera e-TLE, ternyata bukan pemilik motor, Ini juga bisa menekan angka curanmor di Surabaya." pungkasnya. 

Penulis: Zainal Arif
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved