Dongkrak Produksi Pertanian, BUMD Keuangan di Jatim Diminta Sinergi Maksimalkan Penyaluran Kredit

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serumpun di bidang keuangan diminta untuk bersinergi dalam membantu peningkatan ekonomi Jatim.

Dongkrak Produksi Pertanian, BUMD Keuangan di Jatim Diminta Sinergi Maksimalkan Penyaluran Kredit
foto: istimewa
Bank UMKM Jatim 

SURYA.co.id | SURABAYA – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serumpun di bidang keuangan diminta untuk bersinergi dalam membantu peningkatan ekonomi di Jawa Timur untuk kluster menengah ke bawah. Di antaranya, dengan memperbesar penyaluran kredit ke sektor pertanian.

Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur, Muhammad Fawaid menyebut, sejumlah BUMD di sektor keuangan telah menunjukkan rencanan sinergitas yang baik. Misalnya, kerjasama antara PT Bank Jatim, dengan PT Jamkrida Jatim, atau pun dengan Bank UMKM Jatim.

”Selama ini, Jamkrida telah menjamin kredit di Bank Jatim sekitr 2,6 persen. Kalau misanya siap, kita dorong ke angka yang lebih besar, misalnya sekitar 10 persen,” kata Fawaid ketika dikonfirmasi di Surabaya.

Begitu pula dengan sinergitas antara Bank Jatim dengan Bank UMKM. Misalnya, melalui program linkage. Linkage program ini adalah program kerjasama antara Bank Jatim dengan pemprov yang dituangkan melalui loan agreement sejak 2016 lalu. Pemprov meminjamkan dananya agar dipergunakan untuk penyaluran kredit kepada sektor pertanian dalam jangka waktu dua tahun.

Di dalam program ini, Bank UMKM bersama senjumlah Bank Perkreditan Rakyat lainnya ikut menyalurkan kredit dengan mengikuti aturan. Misalnya, batasan pinjaman tertentu untuk tiap nasabah yang besaran bunganya di angka sembilan persen per tahun.

”Kami dengar program linkage di Bank UMKM sekitar Rp 30 miliar. Kami berharap ke depan bisa ditingkatkan. Toh, dengan semakin besarnya kredit yang beredar di masyarakat akan meningkatkan sinergitas yang ujungnya pada peningkatan ekonomi Jawa Timur,” terangnya.

Politisi Partai Gerindra ini pun menyebut bahwa sektor pertanian memiliki potensi untuk mengembangkan kredit dari BUMD tersebut. Hal ini dibuktikan dengan rendahnya Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet dari sektor pertanian di masing-masing BUMD tersebut.

“Saya mendengar bahwa NPL Bank UMKM masih di atas enam persen. Namun, kabar baiknya NPL terendah justru dari sektor pertanian. Artinya, para petani sebenarnya bisa menjalankan bisnisnya dengan kredit tersebut,” katanya.

Untuk semakin meningkatkan sinergitas tersebut, DPRD Jawa Timur pun mendorong pemerintah untuk meningkatkan penyertaan modal di masing-masing BUMD. Misalnya, dengan menggunakan mekanisme loan agreement.

”Saya rasa sekalipun (modal dari pemerintah) jumlahnya besar, tak apa-apa. Sebab, nantinya juga akan dikembalikan,” katanya.

Sinergitas antar BUMD dipercaya akan meningkatkan pendapatan yang ujungnya berdampak pada setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

”Kami mendorong adaya sumber PAD baru bagi pemrpov Jatim. Sehingga, jangan hanya dibebankan pada Pajak Kendaraan Bermotor saja,” jelasnya.

”Selain itu, BUMD juga harus menjadi pendorong ekonomi dengan membuat program sinergitas yang konkret. Kedepan, berbagai produk asal Jawa Timur bisa dioptimalkan. Sehingga, terciptanya wirausaha baru di bidang UMKM serta bisa membuka lapangan kerja baru,” pungkasnya. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved