Sambang Kampung

Dari Jimpitan Sukarela, Warga Keputih Wujudkan Kampung Bebas Kumuh

Jadi langganan juara dalam lomba lingkungan di Kota Surabaya, tidak pernah dibayangkan warga kampung RT 4 RW 2 Kelurahan Keputih, Surabaya

Dari Jimpitan Sukarela, Warga Keputih Wujudkan Kampung Bebas Kumuh
ist
ilustrasi jimpitan 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jadi langganan juara dalam lomba lingkungan di Kota Surabaya, tidak pernah dibayangkan warga kampung RT 4 RW 2 Kelurahan Keputih Kecamatan Sukolilo. Ini karena kawasan itu dulunya terkesan kumuh.

Sepanjang sungai di depan rumah warga, biasanya dipakai untuk kandang ayam dan aktivitas sabung ayam. Tetapi kini, kawasan kampung identik dengan taman gantung, taman hias dan aneka pepohonan yang menjadikan kampung rindang.

Ketua RT 4 RW 2, Hariz Syafruddin mengungkapkan, butuh tiga tahun hingga kampungnya terlihat asri dan bersih.

"Dulunya banyak yang melihara ayam sampai ada sabung ayam. Karena ditata dan kami buat aturan, akhirnya mereka tersisih," ungkap Hariz.

Ia mengawali dengan penerapan jimpitan sukarela pada kaleng rokok di tiap rumah. Uang yang terkumpul dibuat untuk membuat pembatas sungai dan bersih-bersih. "Semua yang tidak tertata, termasuk kandang-kandang ayam dibersihkan," lanjutnya

Sedang tanaman, diawali dengan menanam tanaman bantuan dari DKRTH hingga memenangkan lomba dan mendapat hadiah uang tunai. Hadiah itu, lanjutnya, digunakan untuk membeli bibit pohon tin dan pohon mangga.

"Lokasi kampung di antara perumahan, makanya kami ingin mengembalikan kondisi kampung seperti di pedesaan. Kami tanam banyak pohon dan sekarang sudah cukup rindang," terang Hariz.

Atas usahanya itu, kampung mereka meraih predikat sebagai 'Penggerak Lingkungan Pertama', padahal ada kampung lain yang lebih dulu bergerak di lingkungan.

"Sampai lurah dan camat kaget saat mendampingi kami," kenangnya.

Tempat kumpul

Tak hanya menanam aneka tumbuhan, secara swadaya warga juga membangun tempat berkumpul warga di tiap gang dengan membuat taman. Dengan usaha warga ini, kini perbedaan cuaca sangat terasa di kampungnya.

"Jadi bisa merasakan bedanya dengan kampung di Surabaya lain yang panas," katanya.

Kholifah, Ketua PKK RT 4 mengatakan, dengan suasana kampung yang rindang dan bersih, membuat warga dengan mudah bisa memakai gang kampung untuk kegiatan bersama.

"Dulu kalau ada arisan PKK harus cari rumah warga. Sekarang cukup di taman-taman sudah bisa enak," tutur Kholifah.

Selain itu, menurutnya, lingkungan menjadi lebih sehat bagi anak-anak. 

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved