Minggu, 12 April 2026

Berita Gresik

Ciptakan Tenaga Kerja Berbasis Industri, PG Adakan Kuliah Vokasi D1 Bagi Lulusan SMA/SMK

PT Petrokimia Gresik (PG) menggelar kuliah vokasi Diploma I kepada ratusan mahasiswa, Selasa (21/1/2020) dan merekrut lulusan SMA/SMK 58 orang

Penulis: Sugiyono | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id/Sugiyono
PROGRAM VOKASI D1 - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, Eko S.A. Cahyanto, (Baju Batik) memberikan selamat perwakilan mahasiswa D1 yang mengikuti program vokasi D1 di Petrokimia Gresik, Selasa (21/1/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - PT Petrokimia Gresik (PG) menggelar kuliah vokasi Diploma I kepada ratusan mahasiswa, Selasa (21/1/2020).

Kegiatan ini untuk menyambungkan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) bagi industri yang terampil dan kompeten.

General manager PG, Nanang Teguh mengatakan program vokasi D1 sesuai dengan program PG yaitu tranformasi bisnis, sehingga PG ikut mendukung program pemerintah dengan bekerjasama Badan Pengembangan Sumber Data Mausia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Dalam program vokasi D1 pada 2020 ini, PG merekrut lulusan SMA - SMK sebanyak 58 orang.

Para mahasiswa tersebut terbagi dua jurusan, yaitu 34 jurusan teknik kimia industri dan 24 mahasiswa jurusan pemasaran serta logistik.

"Sampai saat ini, Petrokimia Gresik telah berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa sebanyak 273 orang. Mereka juga langsung direkrut menjadi pegawai di Petrokimia Gresik," kata Nanang.

Untuk peningkatan SDM berbasis industri ini, PG bekerjasama dengan dua perguruan tinggi, yaitu Politeknik ATI Makasar dan Politeknik APP Jakarta.

"Dengan pengajar yang kompeten, sehingga ilmu yang didapat para mahasiswa lebih applicable. Maka bisa diterapkan di industri," katanya.

Selain program vokasi bagi mahasiswa, PG juga mengajak guru-guru SMK untuk mengikuti magang di PG, sehingga kurikulum yang diajarkan kepada siswa akan yambung dengan kebutuhan industri.

"Kita rekrut guru SMK yang magang dan peserta vokasi D1 kebanyakan dari lingkungan sekitar PG, sehingga bisa menyerap tenaga kerja lokal dan mengurangi penggangguran," kata Nanang.

Sementara, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, Eko S.A. Cahyanto mengatakan program vokasi ini untuk menyiapkan dan mengembangkan tenaga kerja ini ditujukan untuk mengembangkan SDM, menyiapkan tenaga kerja yang kompeten serta entrepreneur baru.

"Program vokasi D1 yang dilakukan ini, ada di 12 Provinsi dan 15 Kabupaten/kota. Harapannya, bisa tercipta skill yang kompeten untuk industri. Sebab link and match ini sesuai dengan kebutuhan industri," kata Eko.

Selama ini, BPSDM Kemenperin telah mempunyai unit lembaga pendidikan, di antaranya 10 Politeknik, 2 Akademi komunitas, 9 SMK dan 7 Balai Diklat yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Setiap tahun program pendidikan dan pelatihan SDM unggul ini digunakan untuk menyiapkan SDM unggul sesuai dengan kebutuhan industri. Yaitu link and match," katanya.

Sementara program S1 ini juga menjadi pendidikan lanjutan bagi lulusan SMA/SMK yang belum berusia 18 tahun.

"Bagi siswa SMA atau SMK yang lulus belum usia 18 tahun, bisa ikut program Diploma 1, di mana dalam program ini banyak dilatih untuk praktik daripada teori, sehingga ketika lulus bisa menjadi tenaga kerja yang terampil, kompeten dan mandiri," imbuhnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved