Breaking News:

Benarkah Aksi Kejam KKB Papua Termasuk Tindakan Terorisme? ini Kata Wakil Ketua DPR & Hendropriyono

Sejumlah pihak berpendapat kalau aksi-aksi kejam KKB Papua sudah termasuk tindakan terorisme, Begini penjelasan Wakil Ketua DPR dan Hendropriyono

Facebook TPNPB
KKB Papua 

Kekejaman KKB Papua beberapa kali terjadi di sepanjang tahun 2019.

Ada puluhan kasus penembakan dan puluhan korban jiwa akibat kekejaman KKB Papua selama setahun terakhir

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menyebut telah terjadi 23 kasus penembakan yang dilakukan KKB Papua di sejumlah wilayah, seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Selama 2019 Terjadi 23 Kasus Penembakan oleh KKB di Papua'

"Kasus tersebut terjadi di wilayah Polres Puncak Jaya, Polres Jayawijaya, Polres Mimika dan Polres Paniai," ujar Paulus Waterpauw, Sabtu (28/12/2019).

Total dari kasus-kasus tersebut jatuh 20 korban meninggal dunia, baik dari masyarakat sipil maupun aparat TNI/Polri.

"Anggota TNI meninggal dunia sebanyak 8 orang, anggota Polri 2 orang, dan masyarakat 10 orang," kata dia.

Paulus mengungkapkan pada 2019 muncul kelompok KKB Papua baru yang mulai beraksi mengganggu situasi keamanan.

Nama Egianus Kogoya ia sebut sebagai kelompok baru yang muncul pada akhir 2018 dan semakin sering melakukan aksinya di 2019.

"Muncul muka-muka baru, Egianus Kohoya kita kategorikan muka baru yang bisa mengorganisir kekuatan sedemikian rupa yang hingga kini kita tengah berupaya atasi," tutur Paulus.

Pada 2020, ia memastikan Polda Papua akan terus meningkatkan sinergitas dan keterpaduan dengan stakeholder dan para tokoh guna menciptakan situasi keamanan yang kondusif.

Yang terbaru, aksi kejam KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya kembali meneror di awal tahun 2020, seorang anggota Brimob diberondong tembakan meski sudah jatuh

Peristiwa ini terjadi di Kenyam, Nduga, Papua, Sabtu (11/1/2020)

Meski tak ada korban jiwa dari pihak aparat, tapi anggota Brimob Bharatu Luki Darmadi mengalami luka tembak di paha

Melansir dari Kompas.com dalam artikel 'Kronologi Anggota Brimob Ditembak KKB di Nduga, Papua', Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan, awalnya pada pukul 06.28 WIT, anggota Brimob Polda Maluku sedang melaksanakan kurve di pos.

Kemudian, Bharatu Luki Darmadi menuju ke tempat pembuangan sampah yang berada di sekitar ujung bandara untuk membuang sampah.

Namun, pada saat menyeberang ke jalan, tepatnya di samping pos Brimob dengan jarak lebih kurang 50 meter, tiba-tiba terdengar bunyi tembakan.

Rentetan tembakan itu berasal dari arah sebelah kanan Pos Brimob.

"Pada saat terdengar bunyi tembakan dan mengenai korban, Bharatu Luky Darmadi langsung berteriak ke arah Pos bahwa 'saya terkena tembak di paha'," kata Kamal dalam keterangan tertulisnya, Sabtu sore.

Korban yang terjatuh kemudian merayap ke samping selokan bandara.

Bharatu Luky kemudian mengambil posisi perlindungan di mesin molen.

Namun, pada saat itu korban masih diberondong tembakan oleh KKB Papua.

Selanjutnya, anggota Pos Brimob melakukan tembakan balasan dan terjadi kontak senjata.

"Pukul 06.46 WIT, anggota Pos lainnya menuju ke arah korban untuk mengevakuasi korban, dan selanjutnya dibawa ke Mapolsek Kenyam," ujar Kamal.

Selanjutnya, pada pukul 08.20 WIT, tim medis dari TNI yang tiba di Mapolsek Kenyam langsung melakukan tindakan medis terhadap korban.

Anggota Brimob yang terluka dievakuasi
Anggota Brimob yang terluka dievakuasi (Kompas.com)

Selanjutnya, korban dievakuasi ke Kota Timika, Kabupaten Mimika.

"Korban saat ini sudah berada di Rumah Sakit Mitra Masyarakat untuk mendapat perawatan medis," kata Kamal.

Adapun, penembakan terhadap anggota Brimob tersebut diduga dilakukan oleh KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, saat ini korban tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timka.

Dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Brimob yang Ditembak KKB di Papua Akan Dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati', rencananya Luki akan dievakuasi ke Rumah Sakit Polri di Kramat Jati Jakarta hari ini, Minggu (12/1/2020).

"Direncanakan korban akan dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk penanganan lebih lanjut," kata Kamal dalam keterangan tertulisnya, Sabtu sore.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved