Sosok

Terkait E-TLE, Cindy Arta Purbasari Mengaku Patuh meski Tak Diawasi CCTV

Cindy Arta Purbasari, imbau pengendara tetap patuh berkendara meski tanpa pengawasan CCTV.

Terkait E-TLE, Cindy Arta Purbasari Mengaku Patuh meski Tak Diawasi CCTV
foto: dok pribadi
Cindy Arta Purbasari, imbau pengendara tetap patuh berkendara meski tanpa pengawasan CCTV. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Peraturan lalu lintas, menurut Cindy Arta Purbasari, mahasiswi Universitas Dr Soetomo Surabaya, sangat penting untuk dipatuhi.

Sayangnya, juara 1 Duta Lalu Lintas Kabupaten Sidoarjo 2015 ini menyampaikan, masih banyak pengendara yang mengabaikannya.

"Mematuhi peraturan lalu lintas itu penting, tapi banyak yang belum mematuhi," kata juara 1 Duta Anti Narkoba Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Jawa Timur 2016 dan Juara 1 Puteri Kampus Unitomo 2019 ini.

Adanya Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau e-Tilang di Surabaya, ungkap Cindy, bisa membuat pengendara lebih mematuhi aturan lalu lintas.

"E-Tilang membuat pengendara jadi lebih hati-hati. Hal ini karena pengendara merasa ada yang mengawasi sehingga mereka lebih waspada ketika berkendara," tutur sosok kelahiran Surabaya, 09 Mei 1997 ini.

Tapi, lanjutnya, kepatuhan tersebut bisa jadi hanya dalam lingkup kawasan yang dilengkapi CCTV.

"Kemungkinan beda lagi jika tidak ada CCTV-nya. Menurut saya, ada atau tidaknya CCTV, pengendara harus tetap mematuhi rambu-rambu," katanya

Lanjutnya, kepatuhan dalam berkendara tidak hanya dilakukan ketika berada di jalan raya besar, tapi juga di jalan-jalan kecil.

"Supaya bukan hanya pengendara yang selamat, tapi juga pengguna jalan lainnya, termasuk para pejalan kaki," ia menuturkan.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved