Berita Blitar

Sejumlah Masalah akibat Proyek Jembatan Rejoso Mendadak Diputus Kontrak oleh Pemkab Blitar

Entah lupa atau bagaimana, setelah proyek Jembatan Rejoso dihentikan pekerjaannya oleh Pemkab Blitar, si rekanan meninggalkan sejumlah masalah.

Sejumlah Masalah akibat Proyek Jembatan Rejoso Mendadak Diputus Kontrak oleh Pemkab Blitar
surya.co.id/imam taufiq
Jembatan Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar mangkrak karena diputus kontrak. 

SURYA.co.id | BLITAR - Entah lupa atau bagaimana, setelah proyek Jembatan Rejoso dihentikan pekerjaannya oleh Pemkab Blitar, si rekanan meninggalkan sejumlah masalah.

Bersamaan proyek jembatan senilai Rp 1,7 miliar diputus kontraknya, kini muncul masalah terkait tunggakan makan buat para pekerja proyek.

Meski tidak langsung berurusan kontraktor, namun yang ngebon makan itu para pekerjanya.

Dua pemilik warung dan beberapa warga desa setempat, yang mengaku menyediakan makan sehari tiga kali untuk para pekerja kini menagihnya.

Selain para pekerja menunggak rokok dan bensin. 

Intinya, mereka minta agar utang atau nge-bon makan buat para pekerja proyek segera diselesaikan.

"Mau menagih, menagih ke mana. Memang, yang nge-bon makan itu para pekerjanya. Namun, kami berharap, itu ditanggung juragannya (si rekanan) itu. Siapa sangka, kalau proyek itu berakhir secepat ini," papar seorang ibu berusia 52 tahun, pemilik warung, sekitar Jembatan Rejoso, Kecamatan Binangun.

Si ibu itu enggan menyebutkan nilai utang yang ditinggalkan para pekerja itu. Alasannya, karena itu tak besar.

Namun, baginya, uang segitu itu sangat berarti buat kelangsungan warungnya.

"Berapa pun itu, yang namanya hutang ya harus dilunasi. Itu bisa buat kulakan kami lagi," paparnya.

Halaman
123
Penulis: Imam Taufiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved