Berita Surabaya

PNS yang Didakwa Karena Ucapan Rasis Terkait Asrama Papua Dituntut 8 Bulan Penjara

Syamsul Arifin, mantan PNS yang jadi terdakwa dalam dugaan kerusuhan Asrama Papua di Surabaya dituntut delapan bulan penjara.

PNS yang Didakwa Karena Ucapan Rasis Terkait Asrama Papua Dituntut 8 Bulan Penjara
surabaya.tribunnews.com/samsul arifin
Terdakwa Syamsul Arifin saat menjalani sidang di PN Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

SURYA.co.id | SURABAYA - Syamsul Arifin, mantan PNS yang jadi terdakwa dalam dugaan kerusuhan Asrama Papua di Surabaya dituntut delapan bulan penjara.

Tuntutan ini dibacakan oleh JPU Kejati Jatim dalam sidang lanjutan kasus tersebut di Pengadilan Negeri Surabaya. 

"Perbuatan terdakwa terbukti melanggar dakwaan pertama yakni pasal 16 UU RI Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis," kata JPU Muhammad Nizar saat membacakan surat tuntutan, Senin (20/1/2020).

"Memohon pada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, untuk menjatuhkan pidana penjara selama delapan bulan kepada terdakwa Syamsul Arifin," timpal JPU Sabetania Paembonan.

Ketua majelis hakim Yohannes Hehamony memberikan waktu satu pekan pada terdakwa Syamsul Arifin dan tim penasehat hukumnya untuk mengajukan pembelaan.

"Kalau tidak siap, majelis menganggap tidak mengajukan pembelaan," pungkas hakim Yohannes Hehamony di akhir persidangan.

Selain terdakwa Syamsul Arifin, Kasus ini juga menyeret dua terdakwa lainnya yakni Tri Susanti alias Mak Susi, mantan anggota ormas FKPPI dan Andria Ardiansyah, seorang youtuber asal Kebumen, Jawa Tengah.

Dalam kasus ini, Mak Susi diduga menyebar berita bohong atau hoax melalui  sarana elektronik yakni WhatsApp terkait perusakan bendera merah putih di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya pada Jum'at (16/8/2020) lalu.

Sedangkan terdakwa Andria Ardiansyah diduga bersalah karena telah menggugah insiden Kerusuhan di akun YouTube  tanpa melihat fakta yang sebenarnya. 

Persidangan kasus Mak Susi masih berlanjut ke pemeriksaan saksi meringankan yang dihadirkan tim penasehat hukumnya. Sementara persidangan untuk terdakwa Andria Ardiansyah masuk ke babak pembacaan surat tuntutan dari JPU.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved