Breaking News:

Berita Surabaya

Pemkot Surabaya Resmi Berlakukan e-Tilang, Begini Kata Pakar Untag

Inovasi di Surabaya berupa e-Tilang, menurut saya, sangat efektif untuk mengurangi tingkat kepatuhan peraturan lalu lintas

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: irwan sy
surya/neneng uswatun hasanah
Dr M G Bagus Ani Putra, Dosen Pascasarjana Psikologi Untag Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejatinya, peraturan lalu lintas diciptakan untuk keselamatan pengendara sendirinya. Namun karena kebutuhan praktis manusia yang ingin instan, segera tiba di tujuan, menghemat waktu, merasa tidak nyaman dengan alat keselamatan membuat manusia cenderung untuk melanggarnya.

Padahal sekali lagi, peraturan itu kembali untuk keselamatan dan efisiensi pengendara di jalan raya. Dari banyak penelitian, 70 persen penyebab kecelakaan karena unsafe act/ unsafe behavior (tindakan yang berbahaya), sedangkan 30 persen disebabkan karena unsafe condition (kondisi yang tidak aman).

Dari fakta itu, menurut saya, sesungguhnya perilaku manusia yang harus diubah untuk lebih memperhatikan keselamatannya sendiri dengan mematuhi peraturan lalu lintas. Tapi sayangnya, manusia Indonesia lebih banyak mematuhi petugas dari pada peraturan itu sendiri.

Risma Berharap Penerapan E-Tilang Dapat Menurunkan Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Surabaya

Kondisi ini yang disebut obedience terhadap petugas dan ketika petugas tidak ada maka ia cenderung tidak memperhatikan peraturan lalin atau malah melanggar peraturan lalin.

Di negara-negara maju, masyarakat yang cenderung terbiasa mematuhi peraturan lalin karena merekan mempunyai safety awareness (kesadaran keselamatan) yang telah terinternalisasi sehingga menjadi budaya dalam kehidupan mereka berlalu lintas bahkan dalam kehidupan yang lain, seperti dalam kehidupan kerja.

Inovasi di Surabaya berupa e-Tilang, menurut saya, sangat efektif untuk mengurangi tingkat kepatuhan kepada petugas namun mengabaikan peraturan lalin ketika petugas tidak ada.

Efek jera pada e-Tilang akan dirasakan beberapa bulan kemudian masyarakat tidak hanya patuh pada peraturan lalin ketika ada petugas saja.

Pada akhirnya, masyarakat diharapkan akan mematuhi peraturan lalu lintas, baik saat ada petugas maupun tidak ada petugas.

Meski sebenarnya e-Tilang ini bukan sebagai tahap akhir karena pemerintah dan kepolisian harus mempunyai upaya untuk meningkatkan safety awareness (kesadaran keselamatan) pengendara meskipun tanpa punishment.

e-Tilang sebagai metode yang dibutuhkan untuk memperantarai perubahan perilaku agar masyarakat mempunyai safety awareness yang telah terinternalisasi dalam kehidupannya sehari-hari.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved