Berita Bisnis

Harga Cabai Melonjak Drastis di Pasaran, Kementan : Gagal Panen Gara-Gara Cuaca Ekstrim

Diperkirakan pada Februari panen cabai rawit mencapai 1.500 hektare dan Maret 2.000 hektare.

Harga Cabai Melonjak Drastis di Pasaran, Kementan : Gagal Panen Gara-Gara Cuaca Ekstrim
Foto Kementerian Pertanian
Ilustrasi panen cabai. 

SURYA.co.id - Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) dan
Dinas Pertanian Kabupaten Malang sepakat menyebut salah satu faktor penyebab naiknya harga cabai di tingkat petani karena cuaca ekstrim.

Hal ini membuat masa tanam cabai September-Oktober serta hingga awal 2020 sebagian mengalami gagal panen, termasuk di Kabupaten Malang.

"Cuaca ekstrim menyebabkan gagal panen. Hal ini berimbas naiknya harga cabai rawit di tingkat petani," kata Kasi Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Malang, Ina Khoirun Nisa, Senin (20/1/2020).

Dikatakan Ina, Kabupaten Malang memiliki sharing nasional sebesar 4,91 persen untuk cabai rawit dan 2,27 persen untuk cabai besar.

“Diperkirakan pada Februari panen cabai rawit mencapai 1.500 hektare dan Maret 2.000 hektare. Dalam dua bulan ke depan kami prediksi kondisi cabai akan kembali normal. Kalau bawang merah sudah tidak diragukan lagi, kami adalah salah satu sentranya,“ ungkap Ina.

Sementara Plt. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Sukarman berharap harga dan pasokan cabai kembali normal, sehingga di pasaran tidak terjadi ketimpangan perolehan keuntungan.

“Tahun 2019 lalu kami telah kucurkan APBN untuk pengembangan kawasan cabai ini. Demikian juga pada 2020 ini akan kita lakukan hal yang sama. Tentunya dana ini bertujuan agar bisa dirasakan oleh masyarakat luas khususnya para petani,” ujar Sukarman.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved