Pilkada Surabaya

Gus Hans Soal Pembagian Posisi di Pilkada Surabaya: Terpenting Elektabilitas, Bukan Isi Tas

"Soal posisi pertama atau kedua), kami masih melihat kondisi di lapangan. Yang jelas, Elektabilitas terpenting," kata Gus Hans

Gus Hans Soal Pembagian Posisi di Pilkada Surabaya: Terpenting Elektabilitas, Bukan Isi Tas
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro
Gus Hans 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bakal Calon Walikota Surabaya, KH Zahrul Azhar As'ad atau Gus Hans menyatakan siap ditempatkan di posisi manapun dalam rekomendasi partai mendatang. Sekalipun demikian, pria yang akrab disapa Gus Hans ini menegaskan partai akan mementingkan survei dalam memberikan rekomendasi.

Tingkat keterpilihan (elektabilitas) yang didasarkan pada survei akan menjadi tolok ukur partai dalam mengusung calon. Utamanya dalam menentukan posisi Calon Walikota Dan Kandidat Wakil Walikota.

Pihaknya yang telah sering turun ke bawah (turba) pun optimistis mendapat respon positif dari masyarakat.

"Soal posisi pertama atau kedua), kami masih melihat kondisi di lapangan. Yang jelas, Elektabilitas terpenting," kata Gus Hans kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Senin (20/1/2020).

Sebagai kader Golkar, dia menyerahkan rekomendasi akhir kepada partai. "Saya siap di posisi manapun. Saya ini pasrah dimana pun. Kami terserah partai," tegas Wakil Ketua DPD Golkar Jatim Ini.

Menurutnya, tingkat keterpilihan jauh lebih penting dibandingkan logistik pencalonan. Sebab, survei menjadi modal untuk meraih kemenangan.

"Kami menerima putusan partai berdasarkan elektabilitas, tak sekadar isi tas (logistik). Partai akan melihat dari sisi elektabilitas karena hal itu juga merupakan potensi kemenangan," katanya.

Sehingga, dibandingkan bicara pasangan, pihaknya memilih fokus untuk meraih survei tertinggi. "Saya memilih fokus personal branding dulu. In sha Allah, kalau ada iktiar, survei juga akan meningkat," katanya.

Salah satu partai yang merekomendasikan dukungan di Pilkada pada tingkat survei adalah Golkar. Untuk melaksanakan survei, Golkar bahkan telah merekomendasikan 10 lembaga survei terbaik.

Berdasarkan penjelasan Sekretaris DPD Golkar Jawa Timur, Sahat Tua Simanjuntak, pihaknya telah membuka penjaringan secara terbuka untuk menyeleksi calon kepala daerah. Saat ini, tahapan seleksi telah mencapai penilaian survei.

"Saat ini, tahapan Golkar adalah menunggu para bakal calon melakukan survei. Survei elektabilitas ini dilakukan di masing-masing daerah," kata Sahat kepada jurnalis kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Senin (20/1/2020).

Survei tersebut dilakukan untuk melihat popularitas (tingkat keterkenalan) dan elektabilitas (keterpilihan) masing-masing calon. Hal ini sekaligus untuk membandingkan survei antar calon.

Sahat menjelaskan bahwa survei dilakukan secara mandiri oleh masing-masing calon. Di tahapan ini, Golkar telah merekomendasikan lembaga survei mana saja yang bisa digunakan para calon kepala daerah.

Yang mana, salah satu kriterianya adalah lembaga survei tersebut memiliki lebih dari seribu responden. "Semua calon harus melakukan survei yang dibiayai tiap bakal calon sendiri. Sebab, partai tak memiliki program untuk survei bakal calon," kata Wakil Ketua DPRD Jatim ini.

"Untuk lembaga survei yang mana yang bisa digunakan, kami sudah merekomendasikan 10 lembaga survei untuk seluruh Indonesia. Sehingga, kami tidak memutuskan menggunakan yang mana, namun hanya merekomendasikan," lanjut Sahat yang juga Ketua Fraksi Golkar di DPRD Jatim tersebut. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved