Berita Trenggalek

Belasan Napi Bergantian Nyabu di Rutan Kelas IIB Trenggalek, Simpan 7 Paket Sabu Dalam Lemari

saat petugas Rutan Kelas IIB Trenggalek melakukan razia, petugas tak hanya menemukan hape, namun juga sabu-sabu dan alat hisap.

Belasan Napi Bergantian Nyabu di Rutan Kelas IIB Trenggalek, Simpan 7 Paket Sabu Dalam Lemari
Dokumentasi Rutan Kelas IIB Trenggalek
Petugas Rutan Kelas IIB Trenggalek ketika menggelar razia dadakan dan menemukan paket narkoba di kamar 10 blok narkoba, Rabu (8/1/2020). 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Trenggalek menemukan paket sabu-sabu seberat lebih kurang 1,5 gram di salah satu kamar blok narkoba, saat razia pada Rabu (8/1/2020) dini hari.

Sabu-sabu dibungkus dalam tujuh paket plastik kecil dan disimpan dalam tutup kepala sikat gigi serta aluminium foil bekas rokok.

Paket sabu-sabu itu ditemukan di dalam lemari yang terbuat dari kardus.

Kepala Keamanan Rutan Kelas II B Trenggalek, Gulang Rinanto mengatakan sabu-sabu itu ditemukan di dalam kamar nomor 10.

Kamar itu dihuni oleh 17 narapidana narkoba.

"Awalnya ada laporan bahwa kamar 10 itu penghuninya sering (ramai) sampai larut malam," kata Gulang, Senin (20/1/2020).

Dari sana, petugas rutan menggelar razia dadakan dan langsung menyasar ke kamar tersebut.

Petugas awalnya curiga ada napi yang menyimpan telepon genggam di sel tersebut. Akan tetapi saat razia petugas tak hanya menemukan hape, namun juga sabu-sabu dan alat hisap.

"Ada itu, alat hisap, korek api dan dua telepon tenggam," katanya.

Temuan sabu di dalam kamar rutan, lanjut Gulang, baru pertama kali terjadi di sana.
Usai mendapati temuan itu, petugas lapas langsung berkoordinasi dengan kepolisian.

Sebelumnya, polisi menyebut 14 narapidana di rutan menggunakan narkoba jenis sabu-sabu secara bergantian.

"Mereka (pihak Rutan, red) melakukan razia, lalu ditemukan barang itu. Kami langsung datang ke sana karena kalau kepemilikan barang narkoba, harus jelas kepemilikan siapa," kata Kapolres Trenggalek, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak.

Untuk kasus itu, polisi memastikan sabu-sabu barang bukti milik dua orang napi, yakni inisial H dan R.

Sementara 12 orang disangka menggunakan sabu-sabu itu secara bergantian.

Sementara pihak rutan menyebut, sebanyak 15 napi di kamar nomor 10 itu positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine setelah penemuan sabu-sabu tersebut.

"Kalau ada perkembangan lagi akan kami paparkan," tutur Calvijn.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved