Aspringta Jadi Wadah Kreasi Daur Ulang yang Diikuti oleh Ibu-ibu Usia 40 Tahun ke Atas

Berdiri sejak tahun 1983 di Jakarta, Aspringta memiliki misi untuk membuat barang dari bahan limbah agar memiliki nilai seni dan jual

Aspringta Jadi Wadah Kreasi Daur Ulang yang Diikuti oleh Ibu-ibu Usia 40 Tahun ke Atas
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Berdiri sejak tahun 1983 di Jakarta, Aspringta memiliki misi untuk membuat barang dari bahan limbah agar memiliki nilai seni dan jual saat ditampilkan ke masyarakat. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Asosiasi Perajin Bunga Kering dan Buatan atau Aspringta merupakan wadah kreasi daur ulang bahan limbah yang diikuti oleh Ibu-ibu usia 40 tahun ke atas.

Berdiri sejak tahun 1983 di Jakarta, Aspringta memiliki misi untuk membuat barang dari bahan limbah agar memiliki nilai seni dan jual saat ditampilkan ke masyarakat.

Ketua Aspringta Surabaya, Nanik Heri mengatakan, bahan-bahan limbah yang biasa digunakan oleh Aspringta adalah sampah daun, kertas semen, sampah koran dan masih banyak lagi.

Nanik mencontohkan, salah satu jenis kerajinan yang dibuat oleh anggota Aspringta adalah daur ulang kertas semen.

"Limbah kertas semen diolah sedemikian rupa untuk dijadikan tas, clutch, kipas angin tangan, hingga payung. Bahkan, kerajinan ini bisa sampai ke Liverpool," terangnya saat ditemui SURYA.co.id di Rumah Kreatif BUMN Bank Mandiri beberapa waktu lalu.

Selain itu, Nanik juga mencontohkan hasil kerajinan miliknya sendiri, yakni tempat abu jenazah.

Kata Nanik, tempat abu jenazah buatannya juga telah diekspor hingga di tiga negara, di antaranya, Inggris, Amerika, dan Dubai.

"Bahkan, yang ekspor ke Inggris itu masih saya lakukan hingga kini," tuturnya.

Untuk mengumpulkan anggota, Aspringta biasanya meminta data pada dinas terkait untuk ditawari agar ikut bergabung.

"Kadang, pihak dinas juga nggak punya datanya. Jadi kami yang datang ke pameran-pameran untuk meminta kartu nama perajin tersebut, kenalan dan menawari mereka untuk bergabung bersama kami," ujarnya.

Halaman
123
Tags
Aspringta
Penulis: Akira Tandika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved