Berita Madiun

Terjerat Utang, Pasutri Asal Surabaya Nekat Jadi Kurir Sabu

Berdalih butuh uang untuk membayar utang, pasangan suami istri nekat menjadi kurir narkoba di Madiun.

Terjerat Utang, Pasutri Asal Surabaya Nekat Jadi Kurir Sabu
surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Pasutri Zainal Abidin (42) dan Yuanita (29, warga Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya ditangkap karena menjadi kurir sabu. 

SURYA.co.id|MADIUN - Berdalih butuh uang untuk membayar utang, pasangan suami istri nekat menjadi kurir narkoba. Keduanya dibekuk aparat Satresnarkoba Polres Madiun saat mengantar paket sabu seberat 5 gram di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Pasangan suami istri ini bernama Zainal Abidin (42) dan Yuanita (29). Keduanya merupakan warga Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.

Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono, mengatakan kedua pasangan ini ditangkap saat hendak mengirim paket sabu seberat 5 gram kepada seseorang di Madiun pada Oktober 2019. Pasangan ini sepakat untuk bertemu dengan pembeli di sebuah showroom motor di Desa Bantengan.

"Dari hasil interogasi terhadap kedua tersangka, narkotika jenis sabu tersebut di ambil secara 'ranjau' dari sebuah bak sampah area SPBU Bungurasih Sidoarjo, kemudian akan diedarkan di Madiun," kata AKBP Ruruh Wicaksono, saat menggelar press release di Mapolres Madiun, Jumat (17/1/2020) kemarin.

Saat ditanya, Zainal Abidin mengaku terpaksa menjadi kurir sabu karena terlilit utang untuk membiayai anaknya yang sedang dirawat di rumah sakit. Dia dijanjikan akan diberi imbalan Rp 1 juta oleh seseorang untuk mengantar paket sabu-sabu ke Madiun.

"Saya disuruh sama Seno untuk mengambil barang itu di daerah Medaeng. Barang dikirim ke Madiun. Saya punya utang kepada Seno, untuk melunasinya, saya harus mengirim paket ini ke Madiun," ujarnya kepada wartawan.

Pria yang mengaku bekerja sebagai sopir ini mengaku mendapat uang transport senilai Rp 500 ribu dari Seno. Setelah paket terkirim, ia akan mendapatkan uang tambahan Rp 500 ribu.

Kini, kedua tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Keduanya dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) dan pasal 132 ayat (1) UU No 35/2009 tentang Narkotika.

"Kedua tersangka dijerat dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun atau pidana denda Rp1 miliar," kata Ruruh.

Selain menyita sabu, uang, dan ponsel milik tersangka, polisi juga menyita barang bukti mobil rental merk Nissan Juke dengan nopol B 122 ADI, warna biru. 

Tags
sabu-sabu
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved