Single Focus

Terekam Kamera CCTV Saat Terobos Lampu Merah Raya Darmo, Anes Kena Tilang

"Jangan pernah melanggar seperti saya, meski tidak ada polisi. Saya sebenarnya sudah tahu ada CCTV. Ternyata benar, saya ketilang," sesal Anes.

Terekam Kamera CCTV Saat Terobos Lampu Merah Raya Darmo, Anes Kena Tilang
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Seorang wanita mengamati foto mobilnya yang penumpangnya tidak mengenakan sabuk pengaman. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dengan ekspresi agak takut, Anes yang tinggal di Surabaya utara, mempercepat langkahnya begitu sampai di layanan penegakan hukum (Gakum) di Mal Pelayanan Publik lantai 1 Gedung Siola.

Pengendera Brio L 1542 FA ini adalah salah satu pelanggar yang terekam CCTV (Closed Circuit Television). Ia tak menduga ulahnya menerobos lampu merah di Jl Raya Darmo, Jumat (17/1) dini hari, membawanya berhadapan dengan petugas.

Karyawati swasta ini adalah satu di antara 32 pelanggar yang Jumat (17/1), mendatangi konter layanan Gakum Polrestabes di Gedung Siola. Tempat ini adalah tempat para pelanggar melakukan verifikasi atas pelanggaran yang mereka lakukan.

"Iya Pak, saya dini hari kemarin menerobos lampu merah di Jl Raya Darmo. Saya sakit perut ingin cepat sampai rumah," ucap Anes memberi alasan.

Ia mengakui bahwa apa dilalukan merupakan pelanggaran. Karena tidak ada petugas polisi yang mengawasi,

Anes merasa aman. Melintas saat lampu menyala merah. Toh dini hari sekira pukul 01.02 itu sepi.

Namun, kendaraannya tertangkap CCTV. Anes tak bisa mengelak dan tak bisa membantah. Petugas menunjukkan hasil capture mobil putih yang menerobos lampu merah. Apalagi, saat di-zoom, nopol yang dimaksud adalah benar.

"Jangan pernah melanggar seperti saya, meski tidak ada polisi. Saya sebenarnya sudah tahu ada CCTV. Ternyata benar, saya ketilang," sesal Anes.

Inilah tilang elektronik atau e-TLE yang saat ini diterapkan di Surabaya. Setiap pelanggaran di jalan raya Surabaya sudah langsung terekam CCTV. Jika memaksa melanggar, tunggu saatnya bakal ada panggilan tilang.

Harus konfirmasi

Dalam aturannya, pelanggar diberi waktu hingga mereka terkonfirmasi. Mengingat kendaraan yang melanggar bisa jadi bukan pemilik kendaraan asli. Bisa kendaraan yang dipinjam, rental, atau kendaraan second yang masih pemilik pertama.

Maka, surat konfirmasi tilang via pos akan dilayangkan ke pemilik pertama karena belum balik nama. "Karena itu, perlu konfirmasi di Siola," kata Ditlantas Polda Jatim Kombespol Budi Indra Dermawan.

Surat konfirmasi akan diterima pelanggar sesuai data nopol kendaraan. Mereka bisa konfirmasi dengan mendatangi Mal Pelayanan Publik Siola atau Polres Tanjung Perak sesuai surat via pos.

Bagi pelanggar yang terlambat konfirmasi selama 10 hari atau sudah konfirmasi namun belum membayar selama 15 hari, STNK otomatis diblokir melalui ERI (Electronic Registration and Identification).

Untuk membuka blokir STNK, pelanggar harus mendatangi Posko Penegakan Hukum di Siola dan Polres pelabuhan Tanjung Perak, untuk melanjutkan proses e-Tilang. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved