Penukaran Uang Koin di Surabaya

Penukaran Uang Koin di Surabaya, Ada Warga yang Berharap Dapatkan Uang Koin

Kegiatan Peduli Koin Rupiah untuk warga yang menukarkan uang koinnya, ternyata ada yang berharap mendapatkan uang koin.

Penukaran Uang Koin di Surabaya, Ada Warga yang Berharap Dapatkan Uang Koin
surya.co.id/sri handi lestarie
Kepala BI KPw Jatim Difi Ahmad Johansyah didampingi Indah Kurnia, anggota komisi XI DPR RI dan Wagub Jatim Emil Dardak Elastianto saat kegiatan Peduli Koin Rupiah di halaman kantor BI KPw Jatim, Jalan Veteran Surabaya, Minggu (19/1/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dalam kegiatan Peduli Koin Rupiah untuki warga yang menukarkan uang koinnya, ternyata ada yang berharap mendapatkan uang koin.

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur (BI KPw Jatim) Difi Ahmad Johansyah, mengatakan, saat menemui warga yang datang, ada yang tidak membawa kantong berisi uang koin.

"Saya tanya ternyata dia ingin mendapatkan koin. 'Saya malah mau tukar uang koinnya untuk saya bawa. Saya perlu untuk kembalian di toko'. Itu yang disampaikan," ungkap Difi saat memberi sambutan dalam kegiatan Peduli Koin Rupiah di halaman KPw BI Jatim, Jalan Veteran, Surabaya, Minggu (19/1/2020).

Setelah pembukaan yang dilakukan dengan menempel layar video bergambar koin rupiah bersama Wagub Jatim Emil Dardak Elastianto, anggota komisi XI DPR RI Indah Kurnia dan Kepala OJK Regional 4 Jatim Heru Cahyono, Difi langsung melakukan kunjungan ke meja-meja penukaran.

Di sela peninjauan, Difi mengakui bila uang-uang koin yang ditukarkan masyarakat ini akan diberikan kepada usaha-usaha retail yang diantaranya tergabung dengan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Jawa Timur.

"Karena kebutuhan koin di retail ini sangat tinggi. Permintaan mereka untuk memberi pengembalian yang lebih bernilai dibanding pengembalian berupa permen," ungkap Difi.

Kecenderungannya, masyarakat saat ini lebih suka menyimpan uang logam di rumah, sehingga uang logam tidak berputar di masyarakat ataupun kembali ke Bank Indonesia.

"Padahal, kebutuhan terhadap uang logam cukup besar,” lanjut Difi.

Sepanjang tahun 2017-2019, hanya 1,74 persen dari uang logam yang telah diedarkan yang kembali ke KPw BI Jatim.

Outflow uang logam yang keluar dari KPw BI Jatim tercatat sebesar Rp125,506 miliar, sementara inflow-nya hanya sebesar Rp2,189 miliar.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved