Berita Madiun

Pekan ini Jaksa Periksa 7 Saksi terkait Dugaan Korupsi di Dinas LH Kota Madiun

Dari tujuh saksi yang akan dipanggil, beberapa di antaranya adalah ASN di Dinas LH Kota Madiun.

Pekan ini Jaksa Periksa 7 Saksi terkait Dugaan Korupsi di Dinas LH Kota Madiun
surya.co.id/rahadian bagus
Tiga tersangka kasus dugaan korupsi Dinas LH Kota Madiun ditahan di Lapas Kelas I Madiun. 

SURYA.co.id|MADIUN - Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Kota Madiun akan memanggil tujuh saksi untuk dimintai keterangan terkait dengan dugaan korupsi penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) operasional eskavator pengelolaan sampah di TPA Winongo tahun 2017-2019.

Kasi Pidsus Kejari Kota Madiun, Toni Wibisono, sama seperti enam saksi yang diperiksa minggu lalu, tujuh saksi yang akan diperiksa pada minggu ini akan dimintai keterangan terkait pembuktian terhadap tiga tersangka.

"Kami lebih fokus ke situ (pembuktian tiga tersangka) ini. Soal nanti, potensi seperti apa, tidak menutup kemungkinan berkmebang, tetapi kami strechingnya di tahun itu," katanya, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/1/2020) kemarin.

Dia menuturkan, dari tujuh saksi yang akan dipanggil, beberapa di antaranya adalah ASN di Dinas LH Kota Madiun. Sedangkan hari pemeriksaan, Toni belum bisa memastikan.

Saat ditanya apakah ada kemungkinan ketiga tersangka menyetorkan uang hasil penjualan BBM ke atasan mereka, Toni mengatakan saat ini belum ada petunjuk atau bukti adanya aliran dana ke orang lain.

"Sejauh ini, keterlibatannya baru tiga tersangka ini," katanya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak enam orang saksi diperiksa Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Kota Madiun, Rabu (15/1/2020). Dari enam orang itu, empat orang merupakan PNS yakni HK (bendahara) PN (pembantu bendahara), JW dan SS staf.

Sementara, dua orang saksi lain yaitu RI dan TR merupakan pegawai perusahaan alat berat PT Hexindo Adiperkasa dan PT Trakindo.

Kemudian, pada Kamis (16/1/2020) Tim Penyidik Kejari Kota Madiun juga memanggil tiga tersangka untuk diperiksa, di antaranya Heri Martono alias HS ,selaku PPTK dalam kegiatan penataan sampah dan menjabat sebagai Kabid Pengelolaan Limbah dan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun.

Kemudian Suhartono alias SH selaku koordinator lapangan di TPA Winongo, juga merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), dan Putut Wasono alias PW selaku tenaga program jasa kebersihan (projasih).

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved