Breaking News:

Jasad Kakek yang Diduga Tewas Kelaparan Dibopong dengan Sarung Sejauh 10 Km, Tak Dipinjami Ambulans

Jasad Kakek yang Diduga Tewas Kelaparan Dibopong dengan Sarung Sejauh 10 Km, Tak Dipinjami Ambulans

Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Adrianus Adhi
Kolase Tribun Mataram dan Tribun Palu
Jasad Kakek yang Diduga Tewas Kelaparan Dibopong dengan Sarung Sejauh 10 Km, Tak Dipinjami Ambulans 

SURYA.CO.ID - Miris, jasad kakek yang ditemukan tewas diduga karena kelaparan dibopong ke rumah duka dengan alat seadanya.

Sebelumnya, Ambo Tang Daeng Tutu (75) ditemukan tergeletak tak bernyawa di dekat tumpukan batu di Dusun Borongloe, Desa Bontorappo, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Saat hendak di bawa ke rumah duka oleh keluarga, mereka justru tak mendapat izin untuk meminjam ambulans milik kepala desa.

Alhasil, pihak keluarga pun membawa jasad Ambo Tang Daeng Tutu menggunakan tandu sarung menyusuri jalan perbukitan sejauh 10 km.

Melansir Kompas.com dalam artikel 'Tak Dipinjamkan Ambulans, Jenazah Kakek Digotong Keluarga dengan Sarung' padahal saat itu ada ambulans siaga desa.

Namun, keluarga tidak mendapat izin Kepala Desa Bontorappo untuk meminjam ambulan siaga desa tersebut.

“Padahal, saat penemuan jenazah Ambo Tang, Kepala Desanya datang dengan mengendarai mobil ambulans. Jadi terpaksa digotong menggunakan sarung,” kata seorang keluarga korban, Sahabuddin ketika dikonfirmasi, Minggu (19/1/2020).

Kondisi jasad Ambo Tang saat ditemukan di bebatuan
Kondisi jasad Ambo Tang saat ditemukan di bebatuan (Tribun Mataram)

Lebih lanjut, Sahabuddin mengatakan jika keluarga mereka menggunakan sarung secara bergotong royong dan belgiliran.

Hal ini karena jarak lokasi penemuan jasad dan rumah duka cukup jauh, yakni 10 km.

Belum lagi medan yang harus ditempuh yakni melintasi perbukitan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved