Citizen Reporter

Tak Semua Penerima Program Permakanan Bisa Menyantap Makanan yang Diberikan Pemkot Surabaya

Makanan tersebut tidak dimakan karena disebabkan lansia tersebut memiliki pantangan terhadap makanan yang dapat memicu kambuhnya penyakit

ist/citizen reporter
Tim KKN UKDC Surabaya mengunjungi lansia penerima program permakanan yang digelontorkan oleh Pemkot Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 34 mengatur bahwa negara mengembangkan jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai martabat manusia.

Sebagai ibu kota provinsi Jawa Timur, kota Surabaya mencoba untuk menerapkan hal tersebut kepada warga kota Surabaya melalui program permakanan yang telah diselenggarakan.

Program permakanan kota Surabaya, yang hingga saat ini diterapkan oleh Dinas Sosial Kota Surabaya telah dimulai sejak tahun 2012.

Tujuan program permakanan pemerintah Kota Surabaya adalah untuk membantu masyarakat yang tergolong tidak mampu atau membutuhkan peranan pemerintah Kota Surabaya untuk membantu dalam hal makanan dan pemenuhan gizi.

Dalam program permakanan kota Surabaya tersebut yang berhak menerima adalah anak yatim piatu, lansia, dan penyandang disabilitas. 

Penerima permakanan di kecamatan Semolowaru Utara dan Semolowaru Selatan berjumlah 59 orang. 

Makanan yang diberikan setiap harinya bervariasi tetapi makanan tersebut belum sepenuhnya terdapat gizi yang diperlukan bagi lansia sebagai penerima manfaat.

Di sisi lain ada beberapa lansia yang tidak menyukai menu makanan yang sudah diberikan oleh Dinas Sosial.

Makanan tersebut tidak dimakan karena disebabkan lansia tersebut memiliki pantangan terhadap makanan yang dapat memicu kambuhnya penyakit yang dideritanya.

"Kemudian permasalahan yang kami dapatkan adalah ketika kami menemukan ada sembilan penerima manfaat dari total jumlah penerima manfaat sebanyak 59 orang tersebut telah memiliki riwayat penyakit yang harus mendapatkan penanganan khusus serta sembilan lansia tersebut belum mendapat bantuan dari Dinas Sosial mengenai sarana untuk dapat berobat ke puskesmas," kata Mahasiswa UKDC (Universitas Katolik Darma Cendika) Surabaya yang terlibat KKN tematik di sana. 

Melalui analisis lapangan tersebut, kelompok pengabdian masyarakat UKDC Surabaya  berkoordinasi dengan divisi khususnya di bidang permakanan Dinas Sosial, dan memberikan solusi yang dapat diterapkan untuk  masalah yang ditemukan.

Solusi yang disepakati akhirnya adalah melakukan kerjasama dengan pihak puskesmas Semolowaru agar setiap harinya dapat mengecek kesehatan lansia yang khususnya merupakan penerima manfaat dari program permakanan dan bagi lansia tersebut tidak perlu lagi untuk mengurus surat-surat kesehatan dan juga tidak perlu memikirkan transportasi untuk menuju ke puskesmas, karena puskesmas sudah menyediakan sarana prasarana seperti obat-obatan dan mobil ambulan yang siap untuk mengantarkan lansia ke puskesmas terdekat.

Penulis : Melyna Christine Dewi, mahasiswa Fakultas Hukum UKDC Surabaya

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved