Mengaku Nabi Terakhir, Pria di Gowa Ini Punya 50 Pengikut, Nasibnya Kini Jadi Tersangka Penistaan

Seorang pria di Gowa yang mengaku Nabi terakhir, Paruru Daeng Tau menjadi terkenal setelah mengajarkan ajaran menyimpang dari Islam.

(MUH. AMRAN AMIR)
Paruru Daeng Tau, warga asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang juga pimpinan organisasi Lembaga Pelaksana Amanah Adat dan Pancasila (LPAAP) di Tana Toraja yang selama ini meresahkan warga muslim Toraja dengan ajaran yang dianut dinilai sangat bertentangan dengan kaidah dan ajaran islam yakni mengaku sebagai nabi terakhir kini resmi mendekam di rumah tahanan Polres Tana Toraja, Jumat (17/01/2020). 

SURYA.co.id | TANA TORAJA – Seorang pria di Gowa yang mengaku Nabi terakhir, Paruru Daeng Tau menjadi terkenal setelah mengajarkan ajaran menyimpang dari Islam.

Sebagai Nabi terakhir seperti pengakuannya, Paruru Daeng Tau hanya mempunyai 50 pengikut. Kini, pria itu ditahan polisi setelah statusnya menjadi tersangka dugaan penistaan agama. 

Paruru merupakan warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Paruru adalah pimpinan organisasi Lembaga Pelaksana Amanah Adat dan Pancasila (LPAAP) di Tana Toraja.

Dia dinilai selama ini meresahkan warga muslim Toraja karena ajaran yang dianut sangat bertentangan dengan kaidah dan ajaran Islam.

Kini, Paruru ditahan di Rutan Polres Tana Toraja.

“Paruru Daeng Tau ditahan di Rutan Polres Tana Toraja dengan status tersangka.

Diduga telah melakukan pelanggaran pidana 156 a KUHP tentang penistaan agama,” kata Kapolres Tana Toraja AKBP.

Liliek Tribhawono Iryanto melalui rilis yang diterima, Jumat (17/1/2020).

Paruru resmi ditahan terhitung sejak Rabu (15/1/2020) Liliek menjelaskan, penahanan Paruru dilakukan setelah penyidik memeriksa Paruru dan melakukan gelar perkara.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved