Berita Ekonomi Bisnis

Masyarakat Pilih Simpan Uang Logam di Rumah, dari Rp 125,5 Miliar Beredar hanya 1,74 Persen Kembali

Uang logam mata uang rupiah selama ini ternyata banyak yang disimpan di masyarakat. Hal itu mengakibatkan peredaran uang logam kurang berputar.

Masyarakat Pilih Simpan Uang Logam di Rumah, dari Rp 125,5 Miliar Beredar hanya 1,74 Persen Kembali
foto: Pw bi jatim
Harmanta, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim (tengah) menunjukkan uang koin rupiah yang bisa ditukarkan dalam kegiatan Peduli Koin Rupiah di halaman parkir KPw BI Jatim, Jl. Pahlawan 105 Surabaya pada Minggu (19/1 2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Uang logam mata uang rupiah selama ini ternyata banyak yang disimpan di masyarakat. Hal itu mengakibatkan peredaran uang logam kurang berputar.

"Kecenderungannya, masyarakat saat ini lebih suka menyimpan uang logam di rumah, sehingga uang logam tidak berputar di masyarakat ataupun kembali ke Bank Indonesia. Padahal, kebutuhan terhadap uang logam cukup besar,” kata Difi A Johansyah, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur dalam kegiatan BI Bareng Media (BBM), Jumat (17/1/2020).

Dituturkan Difi, pecahan uang logam seringkali terlupakan karena nilainya yang kecil, padahal jika uang logam tersebut dikumpulkan, maka akan memiliki nilai dan manfaat besar.

Sepanjang tahun 2017-2019, hanya 1,74 persen dari uang logam yang telah diedarkan yang kembali ke KPw BI Jatim.

“Outflow uang logam yang keluar dari KPw BI Jatim tercatat sebesar Rp125,506 miliar, sementara inflow-nya hanya sebesar Rp2,189 miliar,” tambah Harmanta, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim di saat yang sama.

Menyadari hal tersebut, KPw BI Jatim mengadakan kegiatan Peduli Koin Rupiah pada hari Minggu, (19/1 2020) di halaman parkir KPw BI Jatim, Jl. Pahlawan 105 Surabaya.

“Kami bekerjasama dengan 20 perbankan menyediakan layanan penukaran uang logam. Total modal yang telah disiapkan adalah sebesar Rp 1,75 miliar dan terbuka kemungkinan menambah modal tersebut jika antusiasme masyarakat tinggi,” jelas Abrar, Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah KPw BI Jatim.

Jika ingin menukarkan uang logamnya, masyarakat cukup datang langsung ke BI dengan membawa uang logam yang sudah dipilah-pilah berdasarkan pecahan dan tahun emisi uang.

Logam akan ditukar dengan uang kertas sesuai nilainya. Berikut adalah daftar pecahan uang logam yang dapat ditukarkan mulai dari pecahan Rp 1, (emisi tahun 1970), Rp 50 (emisi tahun 1999), Rp100 (1999), Rp200 (2003), Rp 500 (1997), Rp500 (2003), Rp1.000 (1993), Rp1.000 (2010), Rp100
(2016), Rp 200 (2016), Rp 500 (2016), dan Rp1.000 (2016).

“Setiap penukaran uang logam senilai minimum Rp 50.000,- atau kelipatannya akan mendapatkan kupon undian doorprize berhadiah motor, LED TV, sepeda gunung hingga handphone dan tablet,” jelas Abrar.

Tidak hanya penukaran uang logam, pada kegiatan tersebut juga akan diadakan berbagai kegiatan seperti lomba desain tote bag bagi siswa SD, lomba cerdas cermat, lomba ibu kreatif memasak, hingga bazaar bahan pokok, food bazaar dari aneka start up kuliner di Surabaya serta Festival Buku Murah.

Kegiatan Peduli Koin Rupiah ini juga akan diramaikan oleh Pasha Ungu sebagai bintang tamunya.

“Kami mengundang seluruh masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk hadir dan meramaikan kegiatan Peduli Koin Rupiah. Ajak keluarga dan teman, bawa dan tukarkan uang logam sebanyak-banyaknya serta ikuti berbagai kegiatan menarik di sini,” pungkas Difi.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved