Lifestyle

Berburu Barang Preloved, Solusi 'Isi Ulang' Lemari Tanpa Keluarkan Budget Besar

Founder Irresistible Bazaar, Marissa Tumbuan (kerudung biru) bersama beberapa penjual barang branded preloved saat Media Gathering.

Berburu Barang Preloved, Solusi 'Isi Ulang' Lemari Tanpa Keluarkan Budget Besar
surya.co.id/sugiharto
Founder Irresistible Bazaar, Marissa Tumbuan (kerudung biru) bersama beberapa penjual barang branded preloved saat Media Gathering di TGC Basuki Rahmat, Jumat (17/1/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Barang preloved atau bekas pakai saat ini menjadi hal yang dilakukan oleh sebagian masyarakat untuk memiliki barang baru tanpa mengeluarkan banyak biaya.

Biasanya, barang preloved yang dijual oleh pemiliknya adalah barang-barang fashion.

Barang-barang fashion, meski sudah dipakai atau dibeli beberapa tahun lalu, tetap masih bisa digunakan lantaran tren fashion yang tiap tahunnya selalu berputar.

Selain itu, berburu barang preloved juga menjadi solusi para pencinta fashion untuk mengisi ulang lemari koleksi mereka tanpa mengeluarkan budget besar.

Hal tersebut yang kemudian menginspirasi Marisa Tumbuan untuk menggelar Preloved Branded Bazaar di Tunjungan Plaza Surabaya, pada tanggal 5-9 Februari 2020 mendatang.

Perempuan yang juga Founder Irresistible Bazaar itu mengatakan, tren preloved butik sebenarnya sudah menjamur sejak tahun 1995 lalu.

"Karena itu dalam Irresistible Bazaar pun mulai merambah barang branded street wear," terangnya dalam sesi Media Gathering yang digelar di TGC Basuki Rahmat, Jumat (13/1/2020).

Biasanya, barang-barang preloved dijual hampir seperti keadaan baru, lantaran sang penjual telah mengemas sedemikiam rupa agar menarik minat pembeli.

"Misalnya saja seperti preloved pakaian. Biasanya para penjual akan mencuci terlebih dahulu pakaian tersebut hingga wangi, kemudian juga diberi price tag. Ada juga yang pakaiannya, dimasukkan ke dalam plastik, seperti pakaian baru," tambahnya.

Menurut Marissa, saat ini peminat barang preloved lebih banyak mencari koleksi tas branded, yang tentu saja tidak dijual dengan harga melambung seperti saat membeli baru.

Halaman
12
Penulis: Akira Tandika
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved