Berita Mojokerto

Wali Kota Mojokerto Ceramahi Para Pelajar SMA yang Kedapatan Bolos dan Simpan Video Mesum

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menceramahi para pelajar SMA yang kedapatan bolos dan menyimpan video mesum serta tisu magic

surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menemui puluhan pelajar SMA yang tertangkap bolos sekolah bersama dewan guru dan wali murid di kantor Satpol PP Kota Mojokerto. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari gregetan dengan tingkah laku puluhan pelajar SMA yang terciduk Satpol PP lagi bolos sekolah.

Ning Ita melalui pengeras suara menyampaikan kepada seluruh pelajar yang tertangkap bolos sekolah tersebut agar mereka menyadari kesalahannya. Apalagi, ia begitu prihatin lantaran semua Handphone milik para pelajar yang diperoleh petugas Satpol PP terdapat group Whatsapp yang berisi konten video porno.

"Di sekolah anak-anak ini memang diizinkan membawa Handphone ya. Semua pelajar yang bawa ponsel hari ini semuanya ada group video porno, saya sangat prihatin," ungkap Ning Ita di ruangan aula kantor Satpol PP Kota Mojokerto, Kamis (16/1/2020).

Dewan guru dari pihak sekolah yang bersangkutan turut dihadirkan untuk mendampingi para pelajar tersebut.

Para pelajar yang ketahuan bolos ini oleh guru sekolahnya dicukur gundul usai setelah didata oleh petugas Satpol PP.

Orang tua dari masing-masing siswa juga turut dihadirkan untuk menyaksikan secara langsung penindakan kenakalan remaja yang melibatkan anaknya tersebut.

Mereka semuanya bersama dewan guru dan wali murid dikumpulkan di ruangan aula kantor Satpol PP Kota Mojokerto. Para pelajar ini duduk di kursi berhadapan dengan para wali murid.

Wali Kota Mojokerto Ning Ita didampingi Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono duduk di kursi persis di hadapan mereka.

Ning Ita mengatakan, bagaimanapun mereka adalah anak-anaknya yang meskipun sebenarnya perbuatan pelajar ini merupakan tanggung jawab dari pihak sekolah dan orang tuanya. Pihaknya merasa bertanggungjawab atas apa yang terjadi pada mereka. Pasalnya, mereka adalah generasi penerus bangsa yang menjadi tugas pemerintah daerah bagaimana kedepan mempersiapkannya menjadi sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan daya saing dalam segala hal.

"Di usia mereka yang masih sangat muda masih kelas X dan XI mereka sudah menerapkan disiplin dan terpapar berbagai hal seharusnya belum waktunya untuk dilihat," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved