Berita Surabaya

Janji Belikan Rumah, Pria di Surabaya Ini Malah Hadiahkan Gesekan Paving ke Wajah Istri Siri

Suasana sidang diwarnai gelak tawa karena keterangan dari terdakwa tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di PN Surabaya

SURYA.co.id/Samsul Arifin
Terdakwa KDRT, Sauri Wahyu saat jalani sidang di PN Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Suasana sidang di Ruang Tirta I Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, diwarnai gelak tawa. Hal ini disebabkan keterangan dari terdakwa Sauri Wahyu yang membeberkan alasannya melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istri sirinya Suharti. 

"Saya cemburu dia berselingkuh dengan orang lain. Saya gesekkan paving ke wajah sebelah kirinya. Saya gesekkan saja karena saya masih cinta. Kalau saya lempar pakai paving itu jelas modar (meninggal, red)," jelasnya saat sidang di PN Surabaya, Rabu, (15/1/2020) kemarin. 

Sontak keteranggan itu itu disambut gelak tawa oleh para pengungjung sidang.

Sebelumnya, saksi korban Suharti mengaku bahwa dia dinikahi siri oleh terdakwa lantaran dijanjikan akan dibelikan rumah.

"Saya dijanjikan akan dibelikan rumah yang mulia," ucap Suharti bersaksi. 

Namun, nyatanya sebuah paving yang dihadiahkan oleh terdakwa Sauri.

Dalam dakwaan JPU I Gede Willy dijelaskan kejadian itu bermula pada tanggal 5 Oktober 2019 di Tambak Wedi, Surabaya. 

Sauri menuduh istrinya selingkuh dengan pria lain dan terjadi pertengkaran hebat di rumahnya.

Geram, akhirnya Sauri menghadiahi tamparan terhadap istrinya tersebut. 

Tak hanya itu, Sauri pun mengambil sebongkah paving yang berada di luar rumah dan mengaku hanya menggesekkan paving tersebut di wajah kanan Suharti.

Akibat perbuatannya, Sauri diancam pidana pasal 338 juncto pasal 53 ayat (1) KUHP. 

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved