Citizen Reporter

Masyarakat Desa Plunturan dan Desa Pulung Merdiko, Ponorpgo Konsisten Gunakan Reyog Pakem Lama

Masyarakat Desa Plunturan dan Desa Pulung Merdiko, Ponorpgo Konsisten Gunakan Reyog Pakem Lama

Masyarakat Desa Plunturan dan Desa Pulung Merdiko, Ponorpgo Konsisten Gunakan Reyog Pakem Lama
Citizen Reporter/Yolanda Pinandita
Masyarakat Desa Plunturan dan Desa Pulung Merdiko, Ponorpgo Konsisten Gunakan Reyog Pakem Lama 

SURYA.co.id - Bumi Reyog Ponorogo adalah slogan khas Kabupaten Ponorogo sebagai pengenalan identitas diri kepada masyarakat.

Slogan itu juga digunakan sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan kesenian asli Kabupaten Ponorogo yaitu reyog.

Kesenian reyog memang sudah dikenal baik secara nasional maupun internasional.

Reyog memiliki keunikan yang tidak terdapat pada kesenian tradisional lain yaitu adanya topeng raksasa dengan ukiran macan khas dan bulu merak dengan jumlah yang banyak.

Eksistensi kesenian Reyog Ponorogo yang sudah meluas mendorong para seniman-seniman muda di Kabupaten Ponorogo untuk berkreasi dan mengeksplorasi kemampuan diri dalam salah satu warisan budaya bangsa ini.

Hal itu terlihat dengan adanya berbagai macam jenis reyog yang baru dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Inovasi reyog terlihat dari segi gerakan dan segi pakaian.

Itu merupakan kemajuan untuk Reyog Ponorogo.

Namun, kreasi reyog yang semakin beragam juga tidak lepas dari sisi negatif.

Kreasi yang terus berubah itu lambat laun membuat masyarakat mulai melupakan reyog asli atau pakem lama.

Halaman
123
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved