Kilas Balik

Jenderal Kesayangan Soeharto Terseret Kasus Peristiwa Berdarah Tanjung Priok, Puluhan Nyawa Melayang

Kasus peristiwa berdarah Tanjung Priok pada 12 September 1984 menyeret nama seorang jenderal kesayangan Soeharto, Benny Moerdani

Kolase Cover buku Sintong Panjaitan dan Wikipedia
Jenderal Kesayangan Soeharto Terseret Kasus Peristiwa Berdarah Tanjung Priok, Puluhan Nyawa Melayang 

Peristiwa berdarah dengan korban puluhan jiwa itulah yang menyeret Benny ke dalam pusaran konflik kelompok politik islam dengan pemerintahan Soeharto

Saat itu rezim Soeharto memang terkesan menekan kelompok yang mulai membesar

Peristiwa berdarah di Tanjung Priok bermula saat dua aparat babinsa dituduh memasuki Musola di gang IV Koja, Tanjung Priok tanpa membuka alas kaki

Keduanya lalu mencopot pamflet undangan pengajian dan menyiram dinding musola dengan air comberan

Amuk massa pun terjadi, sepeda motor aparat juga dibakar

Kekerasan itu membuat empat warga sekitar ditangkap Kodim 0502 Jakarta Utara

Ilustrasi
Ilustrasi (KOMPAS.COM | DEFRIATNO NEKE)

Permintaan Ketua Posko 66 Amir Biki agar keempat warga dibebaskan, tak dikabulkan

Lalu pada 12 September 1984, Amir mengerahkan massa untuk merangsek masuk ke kantor Polres dan Kodim Jakarta Utara

"Kalau mereka tak dibebaskan, kita harus memprotesnya" kata Amir

Bentrokan pun terjadi dan korban berjatuhan di depan kantor polisi

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved