Berita Mojokerto

Dinkes Kota Mojokerto Coret Ribuan Penerima Bantuan Iuran Daerah BPJS Kesehatan yang Tak Valid

Dinas Kesehatan Kota Mojokerto mencoret ribuan data Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) BPJS Kesehatan karena dianggap tidak valid.

Dinkes Kota Mojokerto Coret Ribuan Penerima Bantuan Iuran Daerah BPJS Kesehatan yang Tak Valid
kontan
Ilustrasi uang 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Dinas Kesehatan Kota Mojokerto mencoret ribuan data Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) BPJS Kesehatan karena dianggap tidak valid.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, Christiana Indah Wahyu menjelaskan pencoretan ribuan data PBID BPJS Kesehatan tersebut sudah berdasarkan kajian hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan empat instansi meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, pihak Badan Peyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Dispendukcapil Kota Mojokerto.

"Proses verifikasi dan validasi PBID BPJS Kesehatan dilakukan selama satu tahun di 2019 secara kumulatif, "ujarnya, Rabu (15/1/2020).

Ia mengatakan pencoretan sejumlah data PBID yang dianggap tidak valid itu dari berbagai faktor.
Rinciannya meliputi 2.071 jiwa kependudukan pindah, 294 meninggal, 2116 tidak aktif yakni bisa dari Penerima Bantuan Iuran (PIB) pusat yang tiba-tiba diputus dan pelayanan naik kelas.

Selanjutnya, ada 50 jiwa tidak ditemukan yang kemungkinannya adalah pasien meninggal tapi lapor atau pekerja di luar daerah dan 44 jiwa nelum masuk ke Kartu Keluarga (KK)
(minimal 1 tahun tempat tinggal di Kota Mojokerto).

Sedangkan saat ini PBID yang sudah dilakukan tahap verifikasi sebanyak 52.724 jiwa.

"Data valid PBID BPJS Kesehatan terkini berjumlah 51.285 jiwa sudah masuk ke tahap validasi untuk Perwali targetnya secepatnya," ungkapnya.

Kadinkes Kota Mojokerto menyebutkan ada kuota tambahan untuk PBID BPJS 2020 yakni maksimal 53.000 yang dulu sekitar 52.000.

Penambahan kuota itu dimaksudkan untuk mengantisipasi penambahan jumlah PBID misalnya seperti bayi baru lahir dan perpindahan penduduk.

"Proses verifikasi di lapangan melibatkan 1625 kader motivasi kesehatan yang berkewajiban mendatangi 20 sampai 30 rumah," jelasnya.

Ditambahkannya, dana pembayaran PBID BPJS Kesehatan yang ditanggung Kota Mojokerto sudah tersedia senilai Rp. 22,1 miliar.

Dana itu diperoleh dari pendapatan cukai tahun ini Rp. 11,3 miliar dan pendapatan pajak tembakau Rp. 7,5 miliar yang ditambah sisa pajak cukai tahun lalu senilai Rp. 3,3 miliar.

"Dana sudah tersedia ini kemungkinannya cukup sampai enam bulan ke depan," tandasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved