Berita Tulungagung

Sembilan Puskesmas di Tulungagung Kini Berstatus BLUD. Ini Dampaknya

Sembilan dari 32 Puskesmas di Kabupaten Tulungagung kini berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).Apa konsekuensinya?

Sembilan Puskesmas di Tulungagung Kini Berstatus BLUD. Ini Dampaknya
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Rapat dengar pendapat Dinkes dan Komisi C DPRD terkait status BLUD Puskesmas di Tulungagung. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Sembilan dari 32 Puskesmas di Kabupaten Tulungagung berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Dengan status baru ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) menurunkan target pendapatan dari Puskesmas, dari Rp 1,6 miliar menjadi Rp 1,1 miliar.

“Jadi tahun ini ada penurunan target penerimaan dari Puskesmas sebesar Rp 500 juta,” terang Plt Kepala Dinkes, Bambang Triono, Selasa (14/1/2020) saat hearing dengan Komisi C DPRD Tulungagung.

Penurunan target ini disebabkan, setiap Puskesmas dengan status BLUD berhak mengelola keuangan sendiri.

Berbeda dengan Puskesmas non-BLUD yang harus menyetorkan keuntungan setiap hari ke Pemkab Tulungagung.

Namun keuntungan Puskesmas BLUD ini tetap masuk ke keuangan daerah, hanya pindah rekening.

“Jika non-BLUD masuknya ke Retribusi Layanan Kesehatan. Setelah BLUD masuk ke Lain-lain Pendapatan Asli Daerah,” sambung Bambang.

Dengan status baru ini 9 Puskesmas ini nantinya punya kemandirian dalam mengelola keuangan.

Dari sisi pelayanan diharapkan bisa lebih fleksibel lebih maksimal, sehingga pendapatan mereka juga terdongkrak.

Meski demikian tidak ada perubahan tarif layanan kesehatan di 9 Puskesmas ini.

“Puskesmas tetap harus menjalankan fungsi sosial. Mereka tidak boleh berorientasi pada keuntungan,” tegas Bambang.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved