RFB Targetkan 2 Juta Lot di Tahun 2020

Perusahaan pialang berjangka, PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) di tahun 2020 mentargetkan 2 juta lot transaksi berjangka komoditas

RFB Targetkan 2 Juta Lot di Tahun 2020
ist
CEO PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan pialang berjangka, PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) di tahun 2020 mentargetkan 2 juta lot transaksi berjangka komoditas. Di tahun sebelumnya, mereka mencatatkan 1,5 juta lot transaksi

Target itu diharapkan tercapai setelah kinerja di tahun 2019 berhasil membukukan 1,5 juta lot transaksi.

CEO PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya, mengatakat tahun 2020 merupakan momentum yang bagus untuk berinvestasi di perdagangan berjangka.

"Karena harga kontrak investasi seperti emas terus mengalami kenaikan. Emas banyak diminati investor karena sifatnya yang safe haven, dan diprediksi tren harganya akan naik stabil hingga akhir tahun," jelas Teddy seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin (13/1/2019).

Berbicara strategi di tahun ini, RFB masih berlandaskan pada 3 program, yaitu sosialisasi, edukasi dan promosi.

Bersama dengan pihak SRO (Self Regulatory Organization), perusahaan akan melanjutkan program berbagi pengetahuan tentang seluk beluk industri perdagangan berjangka komoditi.

Selain itu, edukasi kepada media dan masyarakat serta promosi tentang keunggulan produk investasi berjangka, termasuk profesi wakil pialang kepada kalangan mahasiswa.

“Kami percaya, dengan semakin tinggi literasi di masyarakat tentang industri Perdagangan Berjangka Komoditi maka respon dan minat terhadap investasi ini akan semakin besar dan positif. Untuk itu kami optimis untuk mengejar target 2 juta lot dan 4.500 nasabah baru di tahun 2020,” ungkap Teddy.

Sementara itu, untuk kinerja tahun 2019, RFB mencatat pencapaian kinerja positif. Perusahaaan pialang berjangka terbesar ini berhasil menembus target total volume transaksi sebanyak 1,5 juta lot, atau tumbuh sebesar 31,40 persen dari tahun 2018.

"RFB juga kembali menduduki peringkat pertama dari 10 Pialang Gabungan (transaksi multilateral & bilateral) berdasarkan data yang dirilis oleh PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) dan PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange)," jelas Teddy.

Total volume transaksi bilateral Perusahaan hingga 31 Desember 2019 mencapai 1,1 juta lot atau naik 32,58 persen dan masih menjadi pendorong utama terhadap total volume transaksi.

Sementara total volume transaksi multilateral mengalami pertumbuhan 27,83 persen menjadi 372.910 lot dibandingkan tahun 2018.

Kinerja menggembirakan lain dari sisi perolehan nasabah baru, RFB berhasil mendapatkan nasabah baru melampaui target sebelumnya sebanyak 3.500, dan telah tercapai 3.987 nasabah baru, melonjak 40,73 persen dibandingkan tahun 2018.

Teddy mengatakan bahwa perjalanan bisnis di tahun 2019 cukup menantang, khususnya menjelang pemilihan umum. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang stagnan membuat banyak orang lebih selektif dalam berinvestasi di pasar keuangan dan komoditi.

“Kami merespon pasar dengan tetap menjaga kualitas pelayanan dengan mengutamakan transparansi dan edukasi kepada nasabah. Hal ini akhirnya terbukti menggenjot volume transaksi dan menarik sejumlah nasabah baru untuk bergabung," tandas Teddy.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved