Berita Bangkalan Madura

Remaja asal Surabaya Kepergok Mencuri di Bangkalan Madura, Masuk ke Kamar Pondok Pesantren

Dua kali melakukan pencurian dan dua kali mendapatkan diversi, ternyata tidak membuat pemuda 16 tahun asal Surabaya jera.

Remaja asal Surabaya Kepergok Mencuri di Bangkalan Madura, Masuk ke Kamar Pondok Pesantren
pixabay
Ilustrasi penjara 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Dua kali melakukan pencurian dan dua kali mendapatkan diversi, ternyata tidak membuat pemuda 16 tahun asal Surabaya jera.

Ia kembali berurusan dengan polisi setelah kepergok mencuri di salah satu kamar di Ponpes Sirojul Ulum Al-Marzuqiyah Kecamatan Galis, Bangkalan.

"Anak itu dua kali ditangkap karena kasus pencurian. Namun di diversi karena masih di bawah umur," ungkap Kasubbag Humas Polres Bangkalan Iptu Bahrudi kepada Surya, Selasa (14/1/2020).

Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Sebagaimana disebut dalam Pasal 1 angka 7 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA).

Bahrudi menjelaskan pelaku pernah dipergoki mencuri uang di sebuah toko di Kecamatan Blega sekitar Nopember 2019. Laporan atas kasus pencurian juga ada di polsek lain di Surabaya.

"Kali ini ia kepergok mencuri ponsel dan sarung di kamar santri. Sementara temannya kabur menggunakan sepeda motor," jelas Bahrudi.

Pelaku bertolak dari Surabaya mengendari sepeda motor bersama IW (21) warga Bulak Banteng Kelurahan Sidotopo Wetan, Surabaya, Senin (13/1/2020) dini hari.

Aksi keduanya dipergoki pada pukul 03.00 WIB. Ponsel Samsung Galaxy J1 Ace terjatuh dari balik sarungnya.

"Korban tidur pulas namun beberapa santri lainnya memergoki ketika pelaku belum keluar dari kawasan ponpes," tuturnya.

Disinggung apakah Polres Bangkalan akan memberikan diversi ketiga untuk pelaku?

Bahrudi menyampaikan, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas).

Balai ini bertugas memberikan bimbingan kemasyarakatan dan pengentasan anak.

"Kami juga akan mempertemukan dengan korban. Diversi akan diberikan jika ada persetujua dari pihak korban," pungkas Bahrudi. (Surya/Ahmad Faisol)

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved