Berita Jember

Penjelasan Pakar terkait Bocah 13 Tahun di Jember Disekap dan Diborgol Ayah Kandung di Kandang Ayam

Bocah SD di Jember diborgol orangtuanya karena kecanduan game online dan disebut sering mengambil uang untuk bermain game online.

Penjelasan Pakar terkait Bocah 13 Tahun di Jember Disekap dan Diborgol Ayah Kandung di Kandang Ayam
surya.co.id/sri wahyunik
Kepala Seksi Advokasi dan Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember, Artiantyo Wiryo Utomo. 

Surya.co.id | JEMBER - Kepala Seksi Advokasi dan Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember, Artiantyo Wiryo Utomo, mereaksi kasus MI (13).

Bocah SD  itu disekal dan  diborgol orangtuanya di kandang ayam karena kecanduan game online. Dia bahkan disebut sering mengambil uang untuk bermain game online.

Menurut dia ada yang keliru dalam pola asuh anak tersebut.

"Jika melihat jejak pola asuhnya, pasti ada pola asuh yang bermasalah di dalamnya. Kecanduan apapun, termasuk game online terhadap anak, berarti ada yang keliru dalam pola asuhnya. Apalagi anak ini mengalami broken home," ujar Tyo, panggilan akrabnya, Selasa (14/1/2020).

Karenanya, pihaknya bekerjasama dengan beberapa instansi terkait, bakal mendampingi bocah tersebut.

Pendampingan dilakukan mulai saat ini menghadapi proses hukum, lingkungan sosialnya, juga pendampingan psikologis.

Petugas akan melihat sejauh mana, MI kecanduan game online.

Petugas perlu melihat sejauh mana kecanduan itu diidap oleh MI, dan pertolongan seperti apa yang harus diberikan.

"Karena penanganan orang yang ketadihan game online itu harus dilakukan secara khusus, dan melihat kadar kecanduannya. Apakah sudah menyebabkan gangguan kejiwaan atau tidak. Apakah diperlukan penanganan medis, atau cukup rehabilitasi. Kami juga akan menghubungi Himpunan Psikolog di Jember, jika dia memang harus memerlukan psikolog," tegas Tyo.

Oleh karena itu, senakal apapun seorang anak menurut orang tua, memberi pelajaran melalui hukuman fisik seperti memukul, menyekap, dan memborgolnya bukanlah tindakan yang bijak.

Halaman
123
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved