Citizen Reporter

Lewat Program Permakanan, Mahasiswa UKDC Surabaya Kuatkan Moral Penyandang Disabilitas

Tak hanya mendistribusikan makanan, mahasiswa juga membangun interaksi untuk penguatan moral para penerima manfaat.

Lewat Program Permakanan, Mahasiswa UKDC Surabaya Kuatkan Moral Penyandang Disabilitas
ist/humas pemkot surabaya
Ilustrasi program permakanan di Kota Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejak 2012, Dinas Sosial Kota Surabaya telah menjalankan program Permakanan bagi warga Surabaya yang kurang mampu, anak yatim piatu, lansia, dan penyandang disabilitas.

Lewat program ini, Dinsos memberikan makanan bergizi setiap hari bagi mereka.

Berdasarkan data yang diperoleh hingga tahun 2019 jumlah masyarakat yang memanfaatkan program permakanan mencapai 35.414 orang. Dari jumlah itu, sebagian adalah warga Klampis Ngasem. 

Sehubungan dengan itu, mahasiswa Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) Surabaya, terlibat dengan membantu mendistribusikan makanan tiap pagi, kepada para penerima manfaat, terutama disabilitas. 

Mahasiswa  turut turun tangan dalam proses penyiapan makanan hingga pendistribusian kepada penerima manfaat. Tak hanya mendistribusikan makanan, mahasiswa juga membangun interaksi untuk penguatan moral para penerima manfaat. 

Dalam kegiatan itu, mahasiswa bertemu dengan MA, penyandang disabilitas penerima manfaat program Permakanan. 

Orang tua MA harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan harus meninggalkan MA di rumah sendiri dari pagi hingga sore.

Melihat kondisi demikian, selain mendistribusikan makanan, mahasiswa UKDC juga membangun komunikasi yang positif dengan MA. 

Tindakan ini diapresiasi Gunarso, Satgas Permakanan. Menurutnya, tidak banyak orang yang mau berinteraksi dengan disabilitas, khususnya yang menyandang penyakit menular. 

“Saya kasihan melihat orang – orang penyandang disabilitas yang seharusnya membutuhkan bantuan yang sama, tetapi banyak orang yang tidak mau melakukan kontak langsung terhadap penyandang disabilitas, dikarenakan takut tertular dan sebagainya” ujar Gunarso.

Dengan adanya program permakanan ini, pihak keluarga penyandang disabilitas merasa terbantu dan merasa bahwa masih ada yang peduli akan nasib mereka.

“Saya merasa sangat terbantu dengan adanya program permakanan ini, karena masih ada yang mau peduli terhadap orang – orang penyandang disabilitas seperti saya ini. Saya harap program permakanan ini bisa berjalan selamanya,” kata salah satu penerima manfaat program.

Tulisan ini disusun secara kompilatif oleh Bhaskara, Angger, Dimas, dan Theo, mahasiswa UKDC Surabaya

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved