Berita Kediri

Komisi 1 Sidak Desa Terdampak Bandara Kediri, Ini Hasilnya

Komisi 1 DPRD Kabupaten Kediri melakukan sidak ke salah satu desa terdampak Bandara Kediri

Komisi 1 Sidak Desa Terdampak Bandara Kediri, Ini Hasilnya
didik mashudi/surya
Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Kediri, Lutfi Mahmudiono, saat memberikan keterangan hasil sidak Bandara Kediri 

SURYA.co.id | KEDIRI - Komisi 1 DPRD Kabupaten Kediri melakukan sidak ke salah satu desa terdampak Bandara Kediri, yakni di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan. Masalahnya, masih ada 16 bidang tanah yang masih belum dibebaskan di desa tersebut.

"Kami mendengar masukan dan informasi dari masyarakat. Kendala pembebasan lahan karena terkait dengan masalah harga," ungkap Lutfi Mahmudiono, Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Kediri kepada wartawan, Selasa (14/1/2020).

Politisi Partai NasDem ini menuturkan dari hasil keterangan Kades Bulusari, pembebasan lahan untuk areal persawahan dihargai Rp 500.000/meter atau Rp 7 juta/ru, sedangkan untuk lahan pekarangan dihargai Rp 10,5 juta/ru. Namun, lanjutnya, warga meminta harganya Rp 22 juta/ru.

"Warga meminta harga Rp 22 juta/ru karena kalau membeli tanah di desanya harga pasarannya sudah Rp 22 juta/ru," ungkapnya.

Warga masih belum melepas tanahnya karena khawatir untuk membeli lahan yang sama harganya tidak mencukupi.

Terkait masih adanya permasalahan pertanahan, Komisi 1 telah berencana untuk mengundang PT Surya Dhoho Investama (SDI) melakukan hearing di dewan.

"Kami ingin mempertemukan pihak terkait supaya segera ada solusi," jelasnya.

Apalagi pembangunan Bandara Kediri telah menjadi proyek strategis nasional (PSN) yang memiliki efek domino bagi masyarakat Kabupaten Kediri.

Khusus di Desa Bulusari, masih ada sekitar 4 hektare lahan terdampak Bandara Kediri yang masih belum berhasil dibebaskan oleh pihak investor.

Selanjutnya, setelah pembebasan lahan tuntas baru dibahas perubahan tata ruang.

Informasinya untuk Raperda RT/RW sudah mulai dilakukan pembahasan.

"Diharapkan keberadaan bandara membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar dan pembangunan yang ada di Kabupaten Kediri," harapnya.

Sebelumnya, Direktur PT Surya Dhoho Investama (SDI), Maksin Arisandi, kepada awak media menyebutkan, pembangunan Bandara Kediri masih menyisakan problem pembebasan lahan yang belum tuntas.

Dari total sekitar 450 hektare lahan yang dibutuhkan masih tersisa sekitar 5,88 hektare atau sekitar 1,56 persen belum berhasil dibebaskan.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved