Pelajar SMK Surabaya Bunuh Diri

Keluarga Harus Lebih Peka pada Anak Introvert

Dengan anak yang bersifat introvert, umumnya harus mendapat perhatian lebih dari keluarga.

Keluarga Harus Lebih Peka pada Anak Introvert
istimewa/dok pribadi
Dosen Psikologi Klinis Universitas Surabaya (Ubaya), Dr Dra Elly Yuliandari Msi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Peristiwa siswa SMKN 12 Surabaya gantung diri yang diduga karena masalah keluarga, saya duga itu tak lepas dari sifat introvert yang dimiliki RH. Dengan anak yang bersifat introvert, umumnya harus mendapat perhatian lebih dari keluarga.

Seharusnya, pihak keluarga bisa lebih peka akan pola-pola dan perilakunya sehari-hari. Apalagi jika anak masih dalam masa pertumbuhan dan berusia remaja.

Mereka yang introvert ini cenderung mengingat hal-hal yang sifatnya negatif. Kalau si anak pernah berdebat dengan orangtuanya, maka perlu diperhatikan apakah anak masih memendam amarah selama satu hari itu.

Kasek SMKN 12 Surabaya Beri Pendampingan Terapi ke Teman RH, Minta Siswa Ekspresikan Diri di Sekolah

Jika selama berminggu-minggu anak belum selesai menuntaskan emosinya atau masih memendam amarah, orangtua harus mulai ikut menyelesaikan masalah emosi anak.

Untuk menilai seseorang dengan pribadi introvert yang sudah mengendalikan atau memperbaiki gejolak emosinya juga cukup sulit.

Apalagi jika lingkungannya kurang mendeteksi hal ini.

Saya mengimbau orangtua harus punya akses kontrol kepada anak.

Akses kontrol ini sifatnya bukan otoriter, melainkan pendekatan hingga anak mau mendengar perkataan orangtua.

Selain itu, teman-teman yang terdampak atas aksi bunuh juga perlu diperhatikan.

Dalam kasus RH, yaitu teman-temannya yang menyaksikan video call aksi siswa itu gantung diri.

Melihat video tersebut bisa menimbulkan trauma bagi orang-orang yang melihatnya, apalagi jika para siswa mempunyai hubungan dekat dengan RH.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved