Berita Nganjuk

Tujuan KPAD Kabupaten Nganjuk Minta Satpol PP Razia PSK yang Nekat Beroperasi di Bekas Lokalisasi

Ketua KPAD Kabupaten Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS di Nganjuk dinilai cukup tinggi bulan Desember 2019.

Tujuan KPAD Kabupaten Nganjuk Minta Satpol PP Razia PSK yang Nekat Beroperasi di Bekas Lokalisasi
surya.co.id/ahamd amru muiz
Ketua KPAD Nganjuk, Marhaen Djumadi. 

SURYA.DO.ID | NGANJUK - Terjadinya peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS setiap bulan cukup tinggi menjadi perhatian serius Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Nganjuk.

Ini setelah selama bulan Desember 2020 saja penambahan jumlah penderita penyakit HIV/AIDS mencapai 234 penderita. Sebelumnya dalam satu bulan penambahan jumlah penderita penyakit HIV/AIDS mencapai kisaran 150 orang.

Ketua KPAD Kabupaten Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, terjadinya peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Nganjuk dinilai cukup tinggi di bulan Desember 2019.

Untuk bulan Januari 2020 ini diharapkan terjadinya penambahan jumlah penderita HIV/Aids tidak lagi terjadi dan diharap ada penurunan.

"Terus terangka kami sangat prihatin dengan kondisi peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Nganjuk sekarang ini. Berbagai langkah sudah kami lakukan secara intensif untuk menanggulangi terjadinya peningkatan jumlah penderita penyakit yang mematikan itu," kata Marhaen Djumadi, yang juga Wakil Bupati Nganjuk, Senin (13/1/2020).

Dijelaskan Kang Marhaen, panggilan Ketua KPAD Nganjuk Marhaen Djumadi, dari pendataan yang dilakukan KPAD Nganjuk diketahui terbanyak penderita HIV/AIDS adalah pekerja swasta, PSK, dan Ibu Rumah Tangga.

Sejumlah langkah lanjutan yang dilakukan KPAD Kabupaten Nganjuk saat ini untuk penanggulangan penyebaran HIV/AIDS terus melakukan pendekatan dan imbuauan kepada penderita terutama PSK penderita HIV/AIDS untuk tidak lagi berpraktek guna mencegah melonjaknya jumlah penderita.

Di samping itu, untuk semua penderita HIV/Aids di Kabupaten Nganjuk terutama dari para ibu-ibu dan PSK untuk tidak berpikiran melakukan balas dendam karena merasa sakit hati tertular penyakit mematikan tanpa diketahui sebelumnya.

"Kami minta penderita tidak mengobral layanan kepada siapa saja, tolonglah untuk tidak melakukan hal itu agar jumlah penderita HIV/Aids tidak bertambah banyak di Nganjuk," ujar Kang Marhaen.

Disamping itu, ungkap Kang Marhaen, KPAD meminta agar Satpol PP mengintensifikan razia terhadap praktek-praktek prostitusi liar di bekas lokalisasi di Kabupaten Nganjuk.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved