Berita Mojokerto

Peziarah Ditemukan Tewas di Area Wisata Religi Makam Troloyo Mojokerto, Ini Keterangan Polisi

Sesosok mayat pria Jombang ditemukan warga di area kompleks Wisata Religi Makam Troloyo Mojokerto

Peziarah Ditemukan Tewas di Area Wisata Religi Makam Troloyo Mojokerto, Ini Keterangan Polisi
mohammad romadoni/surya
Polisi mengevakuasi jenazah korban dari lokasi kompleks Wisata Religi Makam Troloyo di Dusun Dukuh Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Senin (13/1/2020). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Sesosok mayat pria paruh baya ditemukan warga di area kompleks Wisata Religi Makam Troloyo di Dusun Dukuh Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Senin (13/1/2020). Identitas korban bernama Jatmiko (49), warga Dusun Kalangan, Desa Kalangan Semanding, Perak, Jombang.

Kapolsek Trowulan, Kompol Suhartono, menjelaskan korban pertama kali ditemukan oleh Miun seorang penjaga makam Troloyo. Korban mengenakan jaket warna hitam dan celana cokelat dalam kondisi tengkurap di bawah pohon Mangga.

"Korban adalah peziarah sudah berada di makam Troloyo selama satu pekan ini," ujarnya saat dikonfirmasi Surya di Mapolsek Trowulan, Senin (13/1).

Ia mengatakan pihaknya melakukan identifikasi terhadap jenazah korban guna memastikan penyebab kematian korban.

Hasilnya identifikasi tidak ditemukan tanda bekas kekerasan ditubuh korban.

Setelah itu, Polisi meminta keterangan dari pihak keluarga korban untuk mengetahui secara pasti terkait riwayat penyakit yang kemungkinan diderita korban.

"Dari pihak keluarganya diduga korban sakit asma akut meninggal di lokasi area Makam Troloyo," ungkapnya.

Dari penuturan pihak keluarga korban, lanjut Suhartono, korban adalah peziarah yang berada di area makam Troloyo.

Korban sempat pamit keluarganya akan berziarah ke kawasan makam Troloyo pada pekan lalu.

Dia menuju ke wisata religi ini naik angkutan umum.

Sesampainya di lokasi korban menyampaikan niatnya ke penjaga makam untuk cari ketenangan dan kesembuhan penyaktinya di kawasan Makam Troloyo.

"Korban ini pamit ke keluarga semacam mencari pengobatan alternatif berharap bisa menyembuhkan penyakit asma akut yang dideritanya di makam Troloyo," jelasnya.

Ditambahkannya, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah korban lantaran menerima kejadian ini sebagai musibah apalagi korban memang dalam kondisi sakit.

"Berdasarkan pemeriksaan medis dipastikan tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban," tandasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved