Pameran Seni Symbiyouth, Wadahi Seniman Lintas Disiplin

"Symbiyouth memiliki arti simbiosis antara anak muda. Kami menghadirkan berbagai seni lintas disiplin dan saling mendiskusikannya," ungkap Bagus

surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
Robot Gedek Evolution (2020) turut ditampilkan pada "Symiyouth" di C20 Library and Collabtive Surabaya, Minggu (12/1/2020). Art Exhibition ini juga menampilkan berbagai karya lain serta, bedah karya serta diskusi terbuka. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sekelompok anak muda menggelar pameran seni Symbiyouth. Pameran yang menghadirkan belasan karya tersebut digelar di C2O Library and Collabtive selama dua hari, yakni Sabtu (11/1) hingga Minggu (12/1).

Ketua pelaksana Symbiyouth, Bagus Aji Pambudi menyampaikan, gelaran tersebut memberi wadah berkolaborasi antar seniman dan komunitas.

"Symbiyouth memiliki arti simbiosis antara anak muda. Kami menghadirkan berbagai seni lintas disiplin dan saling mendiskusikannya," ungkap Bagus

Hal itu, lanjutnya, agar masing-masing seniman dapat saling mengetahui latar belakang dan pengalaman spiritual satu dengan yang lain. Bagus menganggap, kegiatan ini bisa menghilangkan egosentris antar seniman.

"Melalui ini kami ingin mengajak orang lain untuk lebih menghargai berbagI macam seni. Melalui ini, kami bisa lebih mengerti mengapa seniman memilih disiplin ilmunya," kata Bagus.

Salah satu seniman yang turut serta yakni Aji Prasetyo. Alumnus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini memamerkan karya robotic dan microcontroller.

Tergolong sebagai instalasi seni media baru, Aji menghadirkan robot menyerupai sosok manusia. Kerangka kayu pada badannya dilapisi busana yang sedang hype, jaket parasut yang ditumpuk dengan kameja bunga-bunga. Lengkap dengan sepatu putih dan celana jeans.

Robot tersebut dihadirkan dengan kepala berwarna merah. Beberapa paku tertancap di atasnya. Kepala tersebut dapat berputar 360 derajat.

"Kepala merah dengan paku menggambarkan saya sendiri. Saya punya banyak ide yang membuat saya bingung," kata Aji.

Sementara kepala yang berputar, lanjutnya, merupakan simbol dari rasa pusing yang ia rasakan. Adapun warna merah melambangkan rasa sakit.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved