Berita Kediri

Kota Kediri Mampu Tekan Angka Kematian Ibu Hingga Nol

Kota Kediri pada 2019 telah mampu menekan Angka Kematian Ibu (AKI) hingga nol. Pada 2018 AKI di Kota Kediri tercatat empat kasus.

Kota Kediri Mampu Tekan Angka Kematian Ibu Hingga Nol
surabaya.tribunnews.com/didik mashudi
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat menghadiri Muscab VII Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kota Kediri di Graha IIK, Minggu (12/1/2020). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Kota Kediri pada 2019 telah mampu menekan Angka Kematian Ibu (AKI) hingga nol. Pada 2018 AKI di Kota Kediri tercatat empat kasus. 

Keberhasilan menekan AKI pada 2019 diraih berkat kolaborasi antara Tim Penggerak (TP) PKK Kota Kediri, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kediri dan seluruh pihak terkait.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar pada dalam Muscab VII Ikatan Bidan Indonesia Cabang Kota Kediri di Graha IIK, Minggu (12/1/2020).

Pada Muscab juga dihelat seminar dengan narasumber dr Sulung Mahardika, Sp.OG. Serta pemilihan anggota dan pengurus baru untuk periode 2018-2023.

Pada kesemparan itu, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar juga mengajak IBI berkolaborasi meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kediri dengan menekan stunting dan turut mengoptimalkan Posyandu.

"Masalah stunting ini juga terus dibicarakan Bapak Presiden. Bapak Presiden juga menginginkan sumber daya manusia kita tinggi. Tentu itu menjadi tugas kita bersama. Insya Allah semua di Kota Kediri sudah berkolaborasi untuk hal itu," ujarnya.

Diharapkan, bidan-bidan terjun langsung untuk memberikan edukasi kepada ibu-ibu yang membawa anaknya ke Posyandu. Karena anak-anak yang datang ke Posyandu adalah anak yang berada di masa golden age harus diberikan asupan gizi yang baik agar menjadi generasi emas.

"Di Kota Kediri ada 595 bidan dan kita punya 364 Posyandu. Ibu-ibu bidan bisa turun langsung ke Posyandu. Nanti saya juga minta Dinkes karena disini banyak sekolah kesehatan agar mahasiswanya turun ke posyandu-posyandu," harapnya.

Walikota berpesan agar bidan-bidan di Kota Kediri melayani masyarakat dengan baik. Karena saat ini masyarakat memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap pelayanan di Kota Kediri.

"Saat ini masyarakat kalau komplain tidak lagi di kotak saran. Tapi menulis di sosial media. Untuk itu kita harus kerja cerdas, profesional dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," ungkapnya.

Sementara Tris, Wakil Ketua Pengurus Daerah IBI Provinsi Jawa Timur meminta IBI harus memberikan pelayanan yang maksimal. Sebagai mitra dari pemerintah harus turut serta dalam menekan AKI, AKB, dan Stunting.

Apalagi saat ini AKI dan AKB masih menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan kesehatan.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved