Pemprov Jatim Kesulitan Cari Dokter yang Mau Menetap di Bawean, Kini Buat Kontrak Kerja Tahunan

Akses sulit menjasi penyebab para tenaga kesehatan termasuk dokter spesialis, enggan untuk ditempatkan di kepulauan.

Pemprov Jatim Kesulitan Cari Dokter yang Mau Menetap di Bawean, Kini Buat Kontrak Kerja Tahunan
TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra Sakti
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Herlin Ferliana 

SURABAYA - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Herlin Ferliana mengaku salah satu kendala memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat Jawa Timur adalah akses ke kepulauan.

Sulitnya akses tersebut menurut Herlin juga menjadi penyebab para tenaga kesehatan termasuk dokter spesialis, enggan untuk ditempatkan di kepulauan.

"Persoalan yang paling berat untuk akses ini adalah daerah kepulauan, terutama di Bawean jadi karena jaraknya antara kota itu cukup sulit terjangkau, tidak semua dokter spesialis itu mau diletakkan di sana, ini problem nya," kata Herlin, Sabtu (11/1/2020).

Keterangan Herlin ini menanggapi adanya kasus bayi yang meninggal dalam kandungan karena kurangnya dokter spesialis di Bawean, Gresik.

"Untuk kasus kemarin itu dokter obgyn-nya (dokter kandungan) ada tapi dokter anastesi-nya (dokter bius) tidak ada. Jadi pasien itu sebenarnya sudah tahu tidak bisa lewat pintu lahir (lahir normal), mau dikirim ke Gresik naik kapal tapi ombaknya besar, sehingga menunggu ombak itu bayinya tidak tertolong," jelas Herlin.

Herlin mengatakan sebenarnya Pemprov Jatim sudah mulai tahun lalu berupaya untuk mencari dokter spesialis yang mau ditugaskan di Rumah Sakit Umar Mas'ud, Bawean.

"Kalau spesialis mereka menetap disana tidak mau, jadi akhirnya pakai model kontrak. Setiap satu tahun akan kita perpanjang, jadi tugas wajib pasca jadi spesialis kami minta untuk ditempatkan di Bawean," lanjutnya.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Dinas Kesehatan Jawa Timur sudah berkomunikasi dengan Kemenkes agar setahun sekali ada dokter yang mau ditempatkan di Bawean.

"Insyaallah sudah, dan kalau mau habis (kontrak nya) segera kita cari lagi," lanjutnya.

Herlin juga telah mengumpulkan beberapa direksi rumah sakit di Jawa Timur, mulai Rumah Sakit Saiful Anwar Malang, lalu RSAL Dr Ramelan, hingga RS Dr Soetomo untuk ikut andi menyediakan dokter spesialis di RS Umar Mas'ud.

"Kita minta ada yang mau digilir sebulan sekali kesana dan ini sudah menemukan bentuk rancangannya jadi nanti setiap sebulan dokter yang strategis itu kita kirim," tambahnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Pipit Maulidiya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved