Grahadi

Pemprov Jatim

Khofifah Gandeng ITS, Unair dan Universitas Brawijaya Sempurnakan Big Data Jatim

Big Data Jatim tersebut kini tengah dikembangkan dan disempurnakan oleh Pemprov Jatim

Khofifah Gandeng ITS, Unair dan Universitas Brawijaya Sempurnakan Big Data Jatim
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengharapkan Big Data mampu membangun konektivitas data antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Jawa Timur, termasuk dengan Pemerintah Kabupaten/kota serta Instansi lainnya.

Big Data Jatim tersebut kini tengah dikembangkan dan disempurnakan oleh Pemprov Jatim khususnya Dinas Kominfo Jatim.

"Jadi tidak sekedar menghasilkan data, tetapi konektivitas data dan sistem di antara seluruh OPD ini bisa terbangun dengan baik dan dapat diakses secara langsung serta akurasinya terjaga. Hal ini mempermudah, mempercepat dan meningkatkan efektifitas layanan kepada masyarakat," kata Khofifah, Sabtu (11/1/2020).

Khofifah menyampaikan, bahwa upaya peningkatan layanan informasi melalui Big Data sejatinya telah dilakukan dan sedang dalam proses penyempurnaan.

Sehingga nantinya diharapkan mampu menjadi sumber utama dalam mendapatkan berbagai informasi dari berbagai sektor guna mendukung percepatan pengambilan keputusan yang tepat dan pelayanan yang cepat kepada masyarakat.

"Jadi kalau kita ingin tahu tentang layanan pendidikan, tentang layanan kesehatan, tentang tenaga kerja maka otomatis terkoneksi di Big Data yang pusatnya ada di Dinas Kominfo," jelasnya.

Dalam usaha penyempurnaan Big Data ini, tambah Khofifah, Pemprov Jatim menggandeng beberapa tenaga ahli yang berkompeten yang perhatian terhadap Big Data.

Hal ini dapat dilakukan dengan menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di Jawa Timur.

"Di Jawa Timur banyak perguruan tinggi yang sangat concern terhadap pengembangan IT dan juga memiliki banyak tenaga ahli di bidang infrastruktur jaringan data, maka sangat baik kita menggunakan tenaga-tenaga expert dari ITS, Unair atau UB dan perguruan tinggi lainnya yang memiliki konsen di bidang ini," imbuhnya.

Gubernur khofifah berpesan, meskipun bahwa akan ada beberapa pihak atau tenaga ahli yang akan membantu, namun operator dari Big Data tetap berasal dari Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur dalam hal ini dari Dinas Komunikasi dan Informatika agar kordinasi dengan OPD berjalan lancar.

"Operator harus dikendalikan dari Dinas Kominfo Jatim agar yang mengimput data dapat dipertanggungjawabkan dan mudah memonitor melalui satu pintu Dinas Kominfo Provinsi Jatim," pesannya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved