Berita Surabaya

Setelah Lokalisasi Moroseneng Surabaya Diobrak Polisi, Peredaran Uang Menggiurkan & Libatkan 3 Pihak

Setelah lokalisasi Moroseneng, Sememi, Benowo, Surabaya diobok-obok polisi, modus bisnis terlarang itu pun terungkap.

Setelah Lokalisasi Moroseneng Surabaya Diobrak Polisi, Peredaran Uang Menggiurkan & Libatkan 3 Pihak
SURYA.co.id/Firman Rachmanudin
Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni didampingi Kasubnit, Iptu Harun dan Kaurbaghumas Ipda Umam menunjukkan tersangka dan barang bukti kasus prostitusi di eks lokalisasi Moroseneng, Jumat (10/1/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah lokalisasi Moroseneng, Sememi, Benowo, Surabaya diobok-obok polisi, modus bisnis terlarang itu pun terungkap. 

Rupanya lokalisasi moroseneng yang pernah bergeliat era 90-an ini memakai model bisnis lama. 

Bisnis prostitusi terselubung ini melibatkan mucikari, makelar dan pekerja seks komersial (PSK). 

Hal ini terungkap dari pengakuan Irfan (34), tersangka yang merupakan pengelola sekaligus mucikari lokalisasi terselibung di Moroseneng. 

Irfan yang warga Sememi, Surabaya ini mengaku mendapat keuntungan sebesar 75 ribu rupiah tiap satu tamunya.

"Pembagian fee itu dari 180 ribu dibagi untuk PSKnya 80 ribu, 25 ribu makelar dan 75 ribu untuk tersangka selaku pengelola,"beber Kanit PPA Satreskrim Polrestbes Surabaya, AKP Ruth Yeni, Jumat (10/1/2020).

Ditanya tentang perempuan PSK yang ada, Irfan mengaku tidak tahu karena yang menarik para perempuan itu adalah temannya.

"Teman saya yang cari cewek. Ditawarin kerja gitu. Mau ya langsung masuk," aku Irfan.

Kini polisi masih terus melakukan pendalam terkait kemungkinan tersangka lain dalam aktifitas porstitusi terselubung itu.

21 orang yang diamankan dari sebuah komplek eks lokalisasi Moroseneng, Sememi, Benowo Surabaya.
21 orang yang diamankan dari sebuah komplek eks lokalisasi Moroseneng, Sememi, Benowo Surabaya. (SURYA.co.id/Firman Rachmanudin)

Peredaran Uang Haram

Halaman
1234
Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved