Berita Gresik

Mahasiswa STT Raden Santri Gresik Belajar Membuat Batik, Bekal jelang KKN

Dosen dan Mahasiswa STIT Raden Santri Gresik dilatih membuat batik, Jumat (10/1/2020).

Mahasiswa STT Raden Santri Gresik Belajar Membuat Batik, Bekal jelang KKN
surya.co.id/sugiyono
BATIK - Dosen dan Mahasiswa STIT Raden Santri Gresik dilatih membuat batik, Jumat (10/1/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - Dosen dan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Raden Santri, Kecamatan Gresik, dilatih membatik, Sabtu (10/1/2020).

Harapannya bisa menjadi generasi penerus batik dan bisa menularkan kepada masyarakat saat Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Henny Eka Ferdian HP (46), selaku pelatih dan pendamping Usaha Kecil mikro dan menengah (UMKM) Kabupaten Gresik mengatakan, para dosen dan mahasiswa STIT Raden Santri dilatih membuat batik shibori. Batik ini cukup mudah, hanya menggunakan teknik celup.

"Shibori jika di Indonesia dulu dikenal sebagai batik jumputan, sebab hampir sama menggunakan tehnik celup, namun Shibori ini dari Jepang, dimana mereka mengenalkan tehnik celup dan lipatan sehingga menghasilkan karya yang indah pada kain," kata Henny.

Menurut, Henny, batik Shibori banyak diminati saat ini, sebab dari pembuatan yang tidak bisa ditebak akhir dari warna yang tercipta dari hasil pencelupan itu tadi.

"Shibori ini merupakan pelatihan yang mudah, namun dengan hasil yang layak jual," imbuhnya.

Dari kemudahan dan keindahan batik Shibori, mahasiswa STIT Raden Santri Gresik dibekali ketrampilan untuk terjun di masyarakat saat KKN, agar mereka bisa membantu program pemerintah dalam melaksanakan ekonomi kreatif.

Selain itu juga melestarikan budaya Indonesia yaitu batik.

"Dengan bermacam keanekaragaman budaya di Indonesia, kita ingin menggali dan memperkenalkan pada kaum milenial bahwa Indonesia kaya akan beraneka ragam corak batik," katanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved