BPS Jatim Sebut Kondisi Kesejahteraan Nelayan Jatim Menurun pada Akhir Tahun 2019

BPS Jatim Sebut Kondisi Kesejahteraan Nelayan Jatim Menurun pada Akhir Tahun 2019

BPS Jatim Sebut Kondisi Kesejahteraan Nelayan Jatim Menurun pada Akhir Tahun 2019
TribunJatim.com/Fiki Firmansyah
Aktivitas nelayan dengan menggunakan perahunya di sekitar perairan pelabuhan Kamal Bangkalan. 

SURABAYA - BPS Jatim melaporkan kondisi kesejahteraan yang diperoleh nelayan Jawa Timur mengalami penurunan pada akhir tahun 2019 kemarin.

Penurunan terjadi pada bulan Desember 2019.

Satrio Wibowo, Kepala Bidang Distribusi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menyampaikan penurunan kesejahteraan yang diperoleh nelayan Jawa Timur berdasarkan data Nilai Tukar Nelayan di Desember 2019, sebesar 0,76 persen dari bulan sebelumnya.

"Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur bulan Desember 2019 turun 0,76 persen dari 125,84 di bulan November 2019 menjadi 124,89 di bulan Desember 2019," kata Satrio di Kantor BPS Jatim, Jalan Raya Kendang Sari Surabaya.

Nilai Tukar Nelayan (NTN) diperoleh dari perbandingan besar harga yang diterima, dengan harga yang dibayarkan oleh nelayan.

Saat ditemui Satrio juga mengatakan penyebab turunnya NTN di Jawa Timur ini, khususnya pada Desember 2019.

"Penurunan NTN disebabkan karena indeks harga yang diterima nelayan Jatim pada bulan Desember 2019 tidak mengalami kenaikan alias tetap, sedangkan harga yang dibayar nelayan naik sebesar 0,77 persen," jelasnya

Dikatakan juga oleh Satrio, dari 6 provinsi yang ada di pulau Jawa ada 4 Provinsi yang mengalami penurunan NTN, Provinsi Jawa Timur sendiri menduduki penurunan NTN terbesar kedua setelah Provinsi DKI Jakarta.

"4 provinsi di pulau Jawa yang mengalami penurunan NTN adalah Provinsi Jawa Barat sebesar 0,05 persen, Provinsi D.I. Yogyakarta turun sebesar 0,13 persen, Provinsi Jawa Timur 0,76 persen, dan Provinsi DKI Jakarta sebesar 0,94 persen," ujanya

Adapun Provinsi yang mengalami kenaikan NTN di pulau Jawa adalah Provinsi Jawa Tengah sebesar 0,86 persen, dan Provinsi Banten sebesar 0,23 persen.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Pipit Maulidiya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved