Kesehatan

Banjir Picu Penyakit Leptospirosis. Waspadai Gejalanya

Biasanya kasus Leptospirosis akan meningkat pada musim hujan terutama di daerah yang rawan banjir. Waspadai gejala-gejalanya

Banjir Picu Penyakit Leptospirosis. Waspadai Gejalanya
surya.co.id/sugiyono
Jalan Raya Morowudi Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, tergenang banjir luapan Sungai Kali Lamong, Rabu (8/1/2020). Dinkes Jatim mengimbau masyarakat di daerah rawan banjir seperti ini untuk mewaspadai penyakit leptospirosis 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Herlin Ferliana mengajak masyarakat untuk mewaspadai penyakit Leptospirosis.

Herlin menjelaskan, biasanya kasus Leptospirosis akan meningkat pada musim hujan terutama di daerah yang rawan banjir.

"Hampir semua daerah yang rawan banjir terutama daerah Gresik Lamongan yang dilewati sungai besar itu rawan Leptospirosis," ucap Herlin, Jumat (10/1/2020).

Ada beberapa tanda dan gejala yang ditunjukkan oleh orang yang terjangkit Leptospirosis.

Mulai dari demam tinggi, sakit kepala, diare, mata merah, menggigil, hingga nyeri otot.

Jika ada gejala tersebut, Herlin menyarankan agar segera memeriksakan ke Puskemas dan pusat pelayanan kesehatan terdekat.

"Kami dari Dinkes sudah mempersiapkan dengan baik, baik dari kader maupun Puskemas untuk tanggap bencana dari sisi kesehatan," ucap Herlin.

Namun begitu, sampai saat ini, Herlin mengatakan belum ada laporan temuan Leptospirosis di Jawa Timur termasuk di sejumlah daerah yang terkena bencana banjir.

"Tapi kalau gatal-gatal, diare memang muncul, itu akibat kurang siapnya masyarakat, setelah pegang-pegang apa terus makan, tidak cuci tangan dulu," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved