Berita Blitar

Ayam Tiren dari 2 Pelaku Asal Blitar Ini Diedarkan Hingga ke Pasar Gadang Kota Malang

ayam tiren yang sudah diolah dalam bentuk ingkung itu di pasar tradisional mulai dari Kesamben (Kabupaten Blitar) sampai ke Kota Malang.

Ayam Tiren dari 2 Pelaku Asal Blitar Ini Diedarkan Hingga ke Pasar Gadang Kota Malang
samsul hadi/surya
Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela menanyai kedua pelaku penjual ayam tiren, Jumat (10/1/2020). 

SURYA.co.id | BLITAR - Kedua penjual ayam tiren atau ayam mati kemarin, Imam Waluyo (44) dan Antok Wusono (43), mengaku baru enam bulan menjalankan bisnis itu. Dua warga Sukorejo, Kota Blitar, itu berbagi tugas dalam menjalankan bisnis tersebut.

Imam bertugas mencari ayam tiren dari pengepul. Dalam sehari, Imam bisa mendapatkan sebanyak 15 ekor ayam tiren dari pengepul. Satu ekor ayam tiren dari pengepul dibeli dengan harga Rp 6.000.

"Harganya tidak pasti, melihat besar kecilnya ayam, ada yang Rp 3.000, Rp 5.000, paling mahal Rp 6.000," kata Imam, Jumat (10/1/2020).

2 Penjual Ayam Tiren di Blitar Ditangkap, Modusnya Bumbui Pakai Rempah untuk Hilangkan Bau Busuk

Imam kemudian menyembelih dan membersihkan bulu ayam tiren.

Ayam tiren yang sudah dibersihkan itu kemudian dijual ke Antok.

"Saya jual (ke Antok) dengan harga bervariasi tergantung besar kecilnya ayam. Mulai Rp 10.000, Rp 11.000, sampai Rp 15.000 per ekor," ungkapnya.

Antok kemudian mengolah kembali ayam tiren itu untuk dipasarkan ke masyarakat.

Untuk menghilangkan bau busuk, Antok merebus ayam menggunakan air yang dicampur bumbu seperti kunyit, ketumbar, daun jeruk, dan daun serai.

"Saya jual lagi ke pasaran dalam bentuk ingkung. Harganya mulai Rp 20.000, Rp 22.000, dan paling mentok Rp 25.000 per ekor," katanya.

Antok mengaku memasarkan ayam tiren yang sudah diolah dalam bentuk ingkung itu di pasar tradisional mulai dari Kesamben (Kabupaten Blitar) sampai ke Kepanjen (Kabupaten Malang) dan Gadang (Kota Malang).

"Saya gelar lesehan di pasar, saya tawar-tawarkan ke masyarakat yang datang di pasar. Sehari, biasanya membawa 15-20 ekor ayam tiren. Saya baru enam bulanan menjalankan bisnis ini, memang ada untungnya tapi tidak terlalu banyak. Saya sebenarnya juga jual ayam tapi kecil-kecilan," katanya.

Satreskrim Polres Blitar Kota membekuk dua penjual ayam tiren atau ayam mati kemarin.

Kedua pelaku, yaitu, Imam Waluyo (44) dan Antok Wusono (43), keduanya warga Jl Jati, Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

"Keduanya kami tangkap kemarin sore di rumahnya masing-masing. Kami menyita sekitar 30 ekor ayam tiren dari keduanya," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela, saat merilis kasus itu, Jumat (10/1/2020).

Penulis: Samsul Hadi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved