Berita Surabaya

Terekam CCTV, Aksi Maling Motor di Platuk Sidotopo Wetan Surabaya, Ini Kesaksian Sang Pemilik

Motor Honda Beat hitam bernopol L 2059 PQ raib usai digondol komplotan maling yang diduga berjumlah dua orang.

Terekam CCTV, Aksi Maling Motor di Platuk Sidotopo Wetan Surabaya, Ini Kesaksian Sang Pemilik
Foto Istimewa
Capture rekaman CCTV milik korban yang memperlihatkan aksi pelaku pencurian motor (kaos hitam bertopi) di Jalan Platuk Sidotopo Wetan Kenjeran Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Maling motor beraksi di jalan Platuk Sidotopo Wetan, Kenjeran Surabaya menyasar sebuah rumah kos dan warung kopi, Kamis (9/1/2020) pagi.

Sebuah motor Honda Beat hitam bernopol L 2059 PQ raib usai digondol komplotan maling yang diduga berjumlah dua orang.

Kepada SURYA.co.id, korban bernama Puji Santoso (45) menceritakan kejadian naas yang menimpanya.

"Saat itu motor terparkir di teras rumah. Lantai atas rumah untuk kos dan teras depan untuk warkop. Nah kebetulan yang jaga warkop tidur saat itu. Kejadiannya sekitar pukul 06.01 WIB. Muncul dua orang wira-wiri pakai motor di depan rumah. Tidak lama salah seorang turun dan temannya nunggu di seberang jalan," terang Puji saat dihubungi.

Aksi pencurian itu terekam kamera CCTV yang ada di warung kopi milik korban.

Tampak, seorang pelaku yang merupakan eksekutor itu mengenakan setelan kaus hitam, celana pendek berwana krem dan memakai topi.

Sebelum beraksi, Puji menyebut jika pelaku itu terlihat mondar-mandir sebanyak dua kali di depan warkop.

Diduga, kunci motor milik Puji masih tertancap dan membuat pelaku tak butuh waktu lama menggondol motor miliknya.

"Kalau kunci juga ikut hilang. biasanya ditaruh di etalase, tapi semalam dipakai beli makanan. Kata karyawan saya ditaruh di samping etalase. Itu ada kunci rumah dan lemari saya juga," tambahnya.

Mendapati motor kesayangannya hilang, Puji kemudian mendatangi polsek Kenjeran Surabaya.

Namun, Puji menyebut jika dirinya diminta kembali dan membawa foto copy BPKB yang saat ini masih ada di pegadaian.

"Ini saya kan kesusahan. Saya bawa STNK dan KTP asli. Itu motor saya, butuh cepat biar ditangani. Tapi saya disuruh kembali, saya merasa dipersulit. Bagaimana bida menangani kasus pidana kalau bikin laporan aja berbelit. BPKB saya ada di pegadaian, saya pasti urus itu. Masak ga bisa diterima laporan dulu," keluh Puji.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis Kanit Reskrim Polsek Kenjeran, Iptu Evan Andi memilih tak menjawab konfirmasi SURYA.co.id melalui ponsel dan pesan WhatsAppnya.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved