Breaking News:

Berita Entertainment

Pantesan Hasil Autopsi Jenazah Lina Baru Keluar 2 Minggu Lagi, Berikut Rincian Proses Panjangnya

Pantas saja Hasil Autopsi Jenazah Lina Baru Keluar Paling Lama 2 Minggu Lagi, Berikut Rincian Proses Panjangnya

Kolase Tribun Jabar/Mega Nugraha dan People
Ilustrasi: Pantesan Hasil Autopsi Jenazah Lina Baru Keluar 2 Minggu Lagi, Berikut Rincian Proses Panjangnya 

Tengkoraknya diambil dengan terlebih dahulu digergaji.

Setelah itu, otak yang terlihat jelas perlahan-lahan diangkat.

Hal ini dilakukan untuk mencari tahu apakah penyebab kematiannya berasal dari otak, jika tidak ditemukan keanehan pada bagian tubuh lainnya.

Apa yang dilakukan pada organ yang telah diangkat pada saat autopsi mayat?

Organ yang telah diangkat dari tubuh biasanya diperiksa dengan mata telanjang terlebih dahulu.

Ada beberapa penyakit yang menyebabkan perubahan tampilan pada organ, sehingga organ bisa dilihat dengan mata telanjang.

Misalnya aterosklerosis, sirosis hati, dan penyakit jantung koroner.

Pemeriksaan organ dalam juga dilakukan secara mikroskopis.

Setiap organ diambil sampelnya untuk kemudian diperiksa dengan mikroskop.

Pemeriksaan mikroskop bisa memakan waktu cukup lama.

Setelah selesai, organ dalam yang telah diambil bisa dikembalikan ke dalam tubuh lagi ataupun disimpan dalam toples isi formalin jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk keperluan pembelajaran atau penelitian, misalnya di kampus.

Tentu saja ini atas persetujuan dari pihak keluarga.

Jika prosesnya sudah selesai, tubuh yang sudah bersama organ-organ tadi dijahit kembali bagian yang terbuka untuk kemudian dikembalikan ke pihak keluarga untuk kemudian dikuburkan ataupun dikremasi.

Laporan lengkap akan didapatkan dalam waktu beberapa hari hingga minggu setelahnya.

Tangis Keluarga Lina Pecah

Diketahui, tangis keluarga Lina pecah saat ikut menyaksikan pembongkaran makam mantan istri Sule hari ini, Kamis (9/1/2020)

Pembongkaran makam Lina ini bertujuan untuk kepentingan autopsi, sebagai tindak lanjut dari laporan Rizky Febian kepada Polrestabes Bandung terkait kejanggalan kematian sang ibu

Polisi tampak bersiap melakukan pembongkaran di sekitar pemakaman di Jalan Sekelimus, Kota Bandung, seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Proses Pembongkaran Makam Mantan Istri Sule Ditunda karena Hujan'

Terlihat tenda berwarna merah yang terpasang di salah satu makam.

Petugas keamanan sekitar tengah menjaga di jalur akses menuju pemakaman. Polisi berencana membongkar makan istrinya Sule.
Petugas keamanan sekitar tengah menjaga di jalur akses menuju pemakaman. Polisi berencana membongkar makan istrinya Sule. (KOMPAS.COM/AGIE PERMADI)

Di sisi lain, terlihat pula keluarga lina Lang tampak bercucur air mata.

Pembongkaran makam rencananya dilakukan pada pukul 08.00 WIB.

Namun karena hujan, proses pembongkaran pun ditunda.

"ini mau autopsi," kata pengacara Rizky Febian, Bahyuni Zaili.

Menurutnya, Rizky berencana hadir dalam pembongkaran ibundanya tersebut.

Pihaknya berharap proses pembongkaran makam berjalan lancar dan tidak menimbulkan kegaduhan, khususnya di antara keluarga.

"Insya Allah (Rizky Febian) hadir," kata Bahyuni.

Selain membongkar makam, penyelidikan sempat mengorek kesaksian dari Sugiarti (68)

Tetangga Lina itu adalah salah satu sosok yang memandikan Lina sebelum disholatkan.

Dikutip dari Tribun Jabar dalam artikel 'Sugiarti Jawab Kejanggalan Kematian Lina, Saat Mandikan Jenazah Lihat Biru Tapi Bukan Lebam Dianiaya', Sugiarti mengaku bahwa ia tidak menemukan lebam akibat pukulan ataupun kekerasan.

"Enggak ada, biru rata di sekitar wajah dan kuku. Saya yang memandikan almarhumah," ujarnya.

Sugiarti juga menyebut bahwa biru yang dimaksud adalah warna biru rata yang menyebar.

Di punggung Lina memang ada bekas kebiruan.

Pun di bagian tangan Lina.

Namun menurut Sugiarti, itu adalah bekas bekam yang merupakan salah satu metode pengobatan tradisional.

"Sepenglihatan saya tidak ada yang seperti itu.

Saya pegang tangannya ada yang biru. Lalu saat saya membalikan badannya, di punggung ada bekas seperti dibekam (pengobatan tradisional)," kata Sugiarti lagi.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved