Cara Cerdik Pria Semarang Bobol Mesin ATM Tanpa Berkeringat, Rp 707,9 Juta di Tangan Dalam Sekejap
Cara tak biasa membobol mesin ATM dilakukan seorang pria berinisial ATP (33) yang berhasil menggondol uang Rp 707,9 juta dalam sekejap.
SURYA.co.id | SEMARANG - Cara tak biasa membobol mesin ATM dilakukan seorang pria berinisial ATP (33) yang berhasil menggondol uang Rp 707,9 juta dalam sekejap.
Pembobolan mesin ATM terjadi di perum Plamongan Indah, Semarang, Kamis (2/1/2020).
ATP membobol mesin ATM tanpa perlu mengeluarkan banyak keringat. Dalam sekejap, uang itu sudah ada di tangan.
Cara cerdik yang dilakukan oleh ATP adalah menggunakan kunci duplikat saat beraksi sekitar pukul 03.15 WIB.
Setelah membuka mesin ATM itu, ATP membawa tiga set tempat uang lalu dibawa kabur.
Bagaimana ATP bisa mendapatkan duplikat kunci mesin ATM tersebut?

Waka Polrestabes Semarang AKBP Enriko Silalahi mengungkapkan ATP merupakan karyawan vendor Bank Mandiri.
Sebelumnya, pelaku sempat mencuri dan menduplikasi kunci ATM dari rekannya.
"Pelaku ini ternyata karyawan vendor Bank Mandiri bagian perbaikan atau teknisi ATM, jadi sebelum kejadian pelaku sempat mencuri dan menduplikat kunci ATM," ujar Enriko yang dihubungi di Semarang, Kamis (9/1/2020).
"Pelaku berhasil membawa kabur 3 set tempat uang yang masing masing berisi Rp 250 juta, dengan total kerugian Rp 707,9 juta," terang Enriko.
Usai melakukan aksinya, lanjut Enriko, pelaku lantas pulang ke kediamannya untuk mengambil mobil pribadi dan pergi menuju ke arah Ungaran melalui jalan tol.
Kemudian, pelaku membuang kunci mesin ATM dan 3 set uang ke dalam jurang.
"Uang hasil kejahatannya digunakan untuk membeli dua unit mobil seharga Rp 250 juta, membayar utang Rp 140 juta dan bersenang senang di karaoke.
Sisanya sekitar Rp 379 juta disita polisi sebagai barang bukti," ungkap Enrik.
Buldozer mesin ATM
Sebelumnya, pembobolan mesin ATM juga pernah terjadi dengan cara ekstrem.
Perampok yang dijuluki 'kreatif' ini bobol mesin ATM dengan buldozer.
Aksi pelaku ini kemudian banjir 'pujian' & viral di Twitter
Pernahkah Anda mendengar tentang kasus perampokan yang menakjubkan?
Mungkin, kisah nyata yang satu ini dapat membuat Anda takjub.
Sebuah video dari Irlandia yang menunjukkan pembobolan ATM menggunakan alat berat telah menyebar viral di internet.
Dilansir Intisari (grup Surya.co.id) dari News18.com, Selasa (15/10/2019), setelah dibagikan ulang secara resmi oleh Twitter dari jaringan berita global RT, kisah yang aslinya terjadi pada bulan April 2019 ini kembali viral.
Menurut laporan, pelakunya merupakan seorang pria bertopeng.
Dia mencuri ATM di Dungiven, Irlandia Utara, pada dini hari 7 April 2019.
Yang paling menarik perhatian yakni bahwa pelaku membobolnya menggunakan alat berat buldozer.
Meskipun ini adalah kejahatan serius, tampaknya modus operandi ini telah mengesankan netizen dari seluruh penjuru dunia.
Netizen 'memuji' perampok itu sebagai perampok 'kreatif'.
Tindakan perampok tersebut, ditangkap melalui rekaman CCTV.
Dari rekaman dapat dilihat bahwa ada sekelompok perampok menghancurkan dinding sebuah pompa bensin menggunakan buldozer.
Pelaku kemudian berhasil mengeluarkan mesin ATM dan meletakkannya ke dalam mobil yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Menurut laporan sebelumnya oleh The Guardian, para pelaku mencuri buldozer tersebut dari area konstruksi terdekat.
Sementara beberapa orang menyebut perampokan "kurang ajar", metodenya "sungguh inovatif".
Kejadian itu banyak mendapat perhatian, dan mengundang banyak komentar netizen.
Ada yang mengatakan bahwa pencurian itu "legendaris" ada juga yang mengatakan bahwa mereka "memerangi kapitalisme".
Netizen lain menunjukkan bahwa mereka "terkesan" sementara yang lain mengatakan bahwa "Jika ada kemauan, pasti ada jalan."
Perampok legendaris di Indonesia
Indonesia ternyata juga punya catatan panjang mengenai aksi perampokan legendaris.
Beberapa nama para penjahat itu menjadi nama yang legendaris karena aksi perampokan yang pernah mereka lakukan.
Siapa saja? Berikut ulasannya :
1. Kusni Kasdut
Kusni Kasdut adalah salah satu nama perampok paling legendarisdi Indonesia.
Kusni sebenarnya merupakan mantan pejuang kemerdekaan, namun ia dikecewakan karena suatu sebab dan akhirnya memutuskan untuk menjadi perampok.
Aksi perampokan Kusni yang fenomenal adalah ketika dia merampok Museum Nasional Jakarta.
Peristiwa itu terjadi pada Mei 1961.
Kusni menyamar menjadi polisi untuk masuk ke museum. Ia kemudian menyandera beberapa pengunjung dan menembak mati petugas museum.
Kusni berhasil ditangkap polisi ketika sedang berada di Semarang, Jawa Tengah.
Ia dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi pada 16 Februari 1980.
Semasa jayanya, Kusni dijuluki sebagai Robin Hood karena hasil rampokan yang ia dapatkan dibagika-bagikan kepada orang miskin.
2. Slamet Gundul
Slamet Gundul merupakan pelaku dari 55 perampokan di Jakarta dan Surabaya.
Ia pernah menggondol uang sebesar 40 juta Rupiah dan hasil rampokannya mencapai angka 150 juta Rupiah.
Slamet yang merupakan kelahiran Malang, Jawa Timur ini juga dikenal lihai dalam meloloskan diri dari polisi.
Beberapa kali hampir tertangkap, Slamet selalu berhasil lolos.
Bahkan ketika berhasil ditangkap dan akhirnya akan dieksekusi mati, Slamet masih bisa lolos dari penjagaan polisi.
Hingga kini belum jelas benar, nasib Slamet setelah ditangkap dan dipenjara.
3. Mat Peci
Mat Peci merupakan perampok yang berasal dari Garut, Jawa Barat.
Ia dipanggil Mat Peci karena selalu menganakan peci di kepalanya.
Dia terkenal sebagai resedivis yang melakukan aksinya di Bandung dan kenyang dengan penjara.
Mat Peci tewas diberondong peluru pada tahun 1978, di dekat Stasiun Leles, Garut.
Kisahnya kemudian difilmkan.
4. Johny Indo
Johny Indo mungkin adalah nama yang paling dikenal hingga sekarang.
Ia merupakan seorang perampok legendaris yang kini telah bertobat dan menjadi seorang penceramah.
Johny dan kawan-kawan terkenal dengan sebutan Pacinko alias Pasukan Cina Kota karena selalu merampok toko emas milik orang Cina.
Perampokannya juga cukup berani karena selalu dilakukan siang bolong.
Aksi perampokannya yang paling terkenal adalah peristiwa Cikini yang terjadi pada tahun 1979.
Adegan tersebut mirip dengan adegan dalam film-film laga.
Johny bersama rekan-rekannya terlibat baku tembak dengan polisi di Jalan Cikini, Jakarta.
Mereka bersenjata lima pistol dan granat.
Johny pernah tertangkap dan dijebloskan ke LP Nusakambangan.
Namun ia dan 11 temannya sempat mencoba kabur dan gagal.
Dari petualangannya merampok toko emas selama kurang-lebih 10 tahun (1970-1980), Johny dkk. menggondol sekitar 120 kilogram emas.
Sama denga Kusni, Johny dijuluki media sebagai "Robin Hood" karena selalu membagi hasil rampokannya kepada kaum papa.
Kini, Johny hidup di Sukabumi dan dikenal sebagai tokoh agama.