Perang Teluk III

Perang Teluk III Iran vs AS Bisa Berdampak Buruk Bagi Indonesia, Ekonom Singgung Harga BBM & Listrik

Perang Teluk III antara Iran dan Amerika Serikat yang meletus hari ini, Rabu (8/1/2020), ternyata bisa bedampak buruk bagi Indonesia

Kolase Twitter @HosseinDalirian dan AFP Via BBC
Ilustrasi: Perang Teluk III Iran vs AS Bisa Berdampak Buruk Bagi Indonesia, Ekonom Singgung Harga BBM & Listrik 

SURYA.co.id - Perang Teluk III antara Iran dan Amerika Serikat yang meletus hari ini, Rabu (8/1/2020), ternyata bisa bedampak buruk bagi Indonesia

Seperti diketahui, Perang Teluk III meletus ditandai serangan beruntun militer Iran ke pangkalan militer AS di Irak

Gelombang kedua serangan rudal Iran menghantam pangkalan militer AS di Taji, 27 kilometer sebelah utara Baghdad, ibukota Irak.

Sputniknews Rabu pagi ini mengutip sumber mereka di lapangan dan Tasnim News Agency menyebut ada kurang lebih 5 rudal menghantam sasaran.

Menurut Riset Centre of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah, konflik antara Iran dan AS ini ternyata bisa berdampak buruk bagi Indonesia

oto yang diambil pada 14 September 2013, menunjukkan Komandan Pasukan Quds, cabang dari Garda Revolusi Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, ketika mendapat ucapan belasungkawa atas kematian ibunya di Teheran. Soleimani tewas dalam serangan yang diperintahkan Presiden AS Donald Trump di Baghdad, Irak, pada 3 Januari 2020.
oto yang diambil pada 14 September 2013, menunjukkan Komandan Pasukan Quds, cabang dari Garda Revolusi Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, ketika mendapat ucapan belasungkawa atas kematian ibunya di Teheran. Soleimani tewas dalam serangan yang diperintahkan Presiden AS Donald Trump di Baghdad, Irak, pada 3 Januari 2020. ((AFP/ISNA/MEHDI GHASEMI))

Melansir dari tayangan Kompas TV, Piter Abdullah mengatakan bahwa defisit migas bisa makin melebar.

Pasalnya, beberapa hari setelah serangan AS pada Qasem Solaemani, harga minyak terus merangkak naik.

"Ketegangan ini juga bisa berdampak ke perekonomian melalui jalur perdagangan misalnya dengan kenaikan harga minyak," ujar Piter pada Selasa (7/1/2020).

Akibatnya, Piter berharap agar hubungan AS-Iran kembali dingin.

"Tentunya kita berharap kedua pihak bisa menahan diri dan menyelesaikan perbedaan dengan jalan damai," lanjutnya.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved