Jelang Berakhirnya Satgas Natal dan Tahun Baru, Konsumsi Avtur Meningkat Hingga 16,8 Persen

Pertamina mencatat kenaikan konsumsi BBM jenis avtur sebesar 5 persen selama periode Satgass Natal dan Tahun Baru.

Jelang Berakhirnya Satgas Natal dan Tahun Baru, Konsumsi Avtur Meningkat Hingga 16,8 Persen
Istimewa
DPPU Avtur di Bandara Juanda Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara mencatat kenaikan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Avtur sebesar 5 persen selama periode Satgas Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu.

Kenaikan tertinggi terjadi di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Tambolaka sebesar 84,7 persen dari rata-rata normal harian atau sebanyak 7 KL/hari dari rata-rata normal 4 KL/hari.

“Sales Avtur tertinggi di wilayah MOR V terjadi pada tanggal 26 Desember 2019 kemarin, puncaknya mencapai 4.236 KL/hari atau meningkat 16,8 persen dari rata-rata normal harian sebesar 3.650 KL/hari”, kata Rustam Aji, Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina MOR V.

Sedangkan rata-rata konsumsi Avtur di wilayah Pertamina MOR V dari 1 Desember hingga 30 Desember 2019 kemarin mencapai 3.838 KL/hari atau meningkat 5,1 persen dari rata-rata normal harian sebesar 3.650 KL/hari.

"Adanya penambahan frekuensi penerbangan di beberapa bandara dan meningkatnya jumlah masyarakat yang berlibur ke Jawa Timur dan Bali menjadi salah satu faktor pemicu peningkatan konsumsi Avtur tersebut”, tambah Rustam.

Khusus di Jatim, konsumsi avtur di Bandara Juanda Surabaya dan Blimbingsari Banyuwangi mengalami peningkatan konsumsi Avtur masing-masing sebesar 12,3 persen dan 10,5 persen.

“Di Juanda, konsumsi selama masa satgas kemarin sebesar 1090 KL/hari dari rata-rata normal 970 KL/hari, sementara di Blimbingsari Banyuwangi meningkat menjadi 8KL/hari dari rata-rata normal 7 KL/hari”, ujar Rustam.

Sementara itu di bandara lain seperti Abdurahman Saleh Malang dan Iswahyudi Madiun, terjadi penurunan masing-masing sebesar 0,5 persen dan 13 persen.

Konsumsi Avtur di Bali dan Lombok, khususnya di Bandara Ngurah Rai Bali dan Bandara Internasional Lombok mengalami peningkatan konsumsi Avtur masing-masing sebesar 1,5 persen dan 4,2 persen di kedua bandara tersebut.

“Puncak tertinggi dari sales di kedua bandara tersebut masing-masing adalah pada tanggal 27 dan 28 Desember kemarin, dimana Ngurah Rai terjadi peningkatan konsumsi Avtur sebesar 15 persen dari rata-rata normal atau 2757 KL/hari dan 29 persen dari rata-rata normal atau 84 KL/hari di Bandara Internasional Lombok”, ujar Rustam.

Peningkatan konsumsi Avtur ini diyakini karena datangnya turis lokal maupun mancanegara selama musim libur natal dan tahun baru kemarin

Sedangkan untuk di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Bandara El Tari Kupang, Tambolaka, dan Komodo terdapat peningkatan yang cukup signifikan, yakni 46,6 persen, 84,7 persen, dan 13,5 persen, untuk ketiga bandara tersebut.

“Pada puncaknya, konsumsi Avtur di bandara El Tari Kupang mencapai 112 persen dari rata-rata normal, hal ini terjadi pada 20 Desember lalu, bandara Tambolaka mencapai 174 persen dari rata-rata normal pada 29 Desember lalu, dan 103 persen untuk bandara Komodo pada 22 Desember lalu," tandas Rustam.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved